Pronoted.com – Harga Bitcoin (BTC) bergerak positif pada Senin, 24 Agustus 2026. Bitcoin tercatat berada di sekitar US$77.116 per keping.
Nilai tersebut setara sekitar Rp1,37 miliar berdasarkan kurs acuan yang digunakan. Bitcoin juga mencatat kenaikan tipis sekitar 0,08 persen dalam 24 jam.
Namun, data pasar Pintu pada sore hari menunjukkan pergerakan yang lebih kuat. Harga BTC mencapai Rp1.373.542.928, dengan kenaikan sekitar 2,20 persen.
“Baca Juga: Saham Nvidia Turun ke US$214,72, Ini Prospeknya“
Bitcoin Bergerak Menguat Sepanjang 24 Jam
Pergerakan Bitcoin menunjukkan tren positif dalam periode 24 jam terakhir. Harga BTC sempat turun hingga Rp1.343.931.822.
Setelah itu, Bitcoin bergerak naik secara bertahap. Harga kemudian mencapai level tertinggi sekitar Rp1.376.859.170.
Bitcoin lalu mengalami koreksi ringan setelah mencapai titik tersebut. Meski demikian, harga masih bertahan di sekitar level Rp1,37 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih memiliki sentimen positif terhadap Bitcoin. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perubahan harga yang cukup cepat.
ETF Bitcoin Catat Arus Dana Terbesar
Selain pergerakan harga, aliran dana ETF Bitcoin turut mendukung sentimen pasar. Produk investasi tersebut mencatat peningkatan minat dari investor institusional.
Menurut laporan The Block, ETF Bitcoin dan Ether di Amerika Serikat mencatat inflow sekitar US$2,6 miliar. Data tersebut mencakup pekan yang berakhir pada 22 Agustus 2026.
Angka tersebut menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. ETF Bitcoin menyumbang sekitar US$1,9 miliar dari total arus dana tersebut.
Pada Kamis, ETF Bitcoin mencatat inflow harian sekitar US$606,3 juta. Produk IBIT milik BlackRock menyumbang sekitar US$503 juta dari dana tersebut.
Selain itu, volume perdagangan ETF Bitcoin meningkat cukup tajam. Volume tersebut mencapai sekitar US$22,1 miliar dalam satu pekan.
Angka itu hampir tiga kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya. Pada periode sebelumnya, volume perdagangan hanya mencapai sekitar US$6,9 miliar.
Minat Institusional Mulai Menguat
Meskipun mencatat inflow besar, ETF Bitcoin masih mencatat defisit sepanjang 2026. Total defisit arus dana masih berada di sekitar US$3,1 miliar.
Namun, angka tersebut membaik dari defisit sebelumnya yang mencapai US$5,7 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan minat investor institusional terhadap Bitcoin.
Perubahan tersebut juga membantu menjaga harga Bitcoin pada level tinggi. Investor kini menunggu apakah tren inflow dapat bertahan dalam beberapa pekan berikutnya.
Whale Mulai Kembali Mengakumulasi Bitcoin
Selain ETF, aktivitas pemegang Bitcoin dalam jumlah besar turut menarik perhatian. Kelompok investor tersebut sering disebut sebagai whale.
Menurut riset CoinShares, whale mulai kembali mengakumulasi Bitcoin. Mereka sebelumnya melepas kepemilikan senilai sekitar US$40 miliar sejak Oktober 2025.
Kini, whale mencatat fase akumulasi selama tiga pekan berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan perubahan perilaku dari aksi jual menuju pembelian.
Sementara itu, dana kripto secara keseluruhan mencatat inflow sekitar US$1,05 miliar. Angka tersebut tercatat pada pekan yang berakhir 7 Agustus 2026.
Dana kripto juga mencatat inflow selama lima pekan berturut-turut. Sebelumnya, pasar menghadapi delapan pekan arus dana keluar.
Periode tersebut sempat menguras dana hingga mencapai sekitar US$8 miliar. Karena itu, tren inflow terbaru memberikan sentimen positif bagi pasar kripto.
Pasar Menunggu Data Inflasi PCE AS
Meskipun sentimen pasar membaik, Bitcoin masih menghadapi sejumlah faktor penting. Salah satunya adalah arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Pasar kini menantikan data inflasi PCE yang akan terbit pada 26 Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi Federal Reserve.
Investor akan menggunakan data tersebut untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga. Perubahan ekspektasi suku bunga juga dapat memengaruhi pergerakan Bitcoin.
James Butterfill dari CoinShares memperkirakan Bitcoin dapat bergerak di sekitar US$80.000. Proyeksi tersebut berlaku untuk dua hingga tiga bulan mendatang.
Menurutnya, Bitcoin berpeluang menuju US$100.000 jika kondisi tertentu mendukung. Pelemahan pasar tenaga kerja AS dapat meningkatkan peluang tersebut.
Selain itu, penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga juga dapat membantu Bitcoin. Karena itu, investor perlu mencermati data ekonomi Amerika dalam beberapa pekan mendatang.
Bitcoin Hadapi Sejumlah Katalis Penting
Saat ini, Bitcoin mendapat dukungan dari beberapa faktor positif. ETF mencatat inflow besar dan whale mulai kembali melakukan akumulasi.
Namun, pasar tetap menghadapi risiko dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Data inflasi PCE dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat masih bergantung pada sejumlah katalis. Investor perlu memperhatikan data ekonomi dan arus dana sebelum mengambil keputusan.
Catatan: Pergerakan harga kripto sangat volatil. Data historis juga tidak menjamin kinerja Bitcoin pada masa mendatang. Lakukan riset mandiri dan gunakan dana sesuai kemampuan risiko masing-masing.
“Baca Juga: Sejarah CENTO: Tujuan, Anggota, hingga Pembubarannya“
















