Pronoted.com – Harga saham Alphabet (GOOGL), induk Google, berakhir di US$344,00 pada Senin (17/8/2026). Saham tersebut turun US$1,90 atau 0,55%.
Pada Jumat (14/8), saham Alphabet ditutup pada US$345,90. Dengan harga terbaru tersebut, kapitalisasi pasar Alphabet mencapai sekitar US$4,2 triliun.
Penurunan saham terjadi ketika Alphabet menghadapi sejumlah perkembangan bisnis penting. Karena itu, investor terus mencermati langkah perusahaan dalam mengembangkan bisnis kecerdasan buatan.
“Baca Juga: Harga Saham Apple Hari Ini: AAPL di US$305,59“
Alphabet Akuisisi Data Spirit Airlines
Alphabet baru-baru ini memperoleh data milik Spirit Airlines melalui proses lelang kebangkrutan. Perusahaan berencana memanfaatkan data tersebut untuk memperkuat kemampuan kecerdasan buatannya.
Langkah tersebut menunjukkan upaya Alphabet memperluas sumber data untuk pengembangan AI. Selain itu, perusahaan terus meningkatkan kemampuan AI dalam berbagai produk dan layanannya.
Namun, investor tetap mempertimbangkan dampak akuisisi tersebut terhadap kinerja bisnis. Alphabet perlu memastikan investasi tersebut memberikan manfaat bagi pertumbuhan perusahaan.
Berkshire Hathaway Tambah Saham Alphabet
Di sisi lain, Alphabet menjadi salah satu kepemilikan besar dalam portofolio Berkshire Hathaway. Warren Buffett juga menambah porsi saham Alphabet sehingga GOOGL menempati posisi ketiga terbesar.
Perkembangan tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi investor. Namun, sentimen pasar tetap dipengaruhi oleh kondisi industri teknologi dan perkembangan bisnis Alphabet.
Karena itu, investor tidak hanya melihat keputusan Berkshire Hathaway. Mereka juga perlu memperhatikan kinerja keuangan dan prospek bisnis Alphabet.
Pendapatan Kuartal II Tumbuh 24 Persen
Alphabet mencatat kinerja kuat pada kuartal kedua tahun 2026. Penjualan perusahaan tumbuh 24% dan mencapai sekitar US$120 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bisnis Alphabet masih berkembang dengan solid. Namun, laporan keuangan tersebut belum sepenuhnya mengurangi tekanan jual pada saham GOOGL.
Investor masih mengkhawatirkan arah kepemimpinan divisi AI Alphabet. Mereka juga mencermati persaingan teknologi yang semakin ketat.
Dengan demikian, saham Alphabet menghadapi sentimen yang beragam. Kinerja keuangan memberikan dukungan, tetapi kekhawatiran mengenai bisnis AI masih menekan sentimen pasar.
Investor Perlu Mencermati Perkembangan Alphabet
Pergerakan saham Alphabet tetap bergantung pada hasil bisnis dan ekspektasi investor. Akuisisi data, dukungan Berkshire Hathaway, serta pertumbuhan pendapatan menjadi faktor penting.
Namun, investor juga perlu memperhatikan risiko dari persaingan AI. Perubahan strategi dan belanja teknologi dapat memengaruhi kinerja Alphabet dalam jangka panjang.
Dengan kondisi tersebut, investor sebaiknya melakukan riset sebelum mengambil keputusan. Jangan mengandalkan satu indikator ketika menilai prospek saham Alphabet.
Catatan: Harga saham dalam artikel ini mengacu pada penutupan sesi reguler Nasdaq pada 17 Agustus 2026. Investasi saham memiliki risiko dan membutuhkan pertimbangan mandiri.
“Baca Juga: Thailand Lolos ke Final Piala AFF 2026 usai Singkirkan Singapura“
















