Pronoted.com – Harga Solana (SOL) mencatat kenaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Berdasarkan data Pintu Market pukul 11.25 WIB, SOL naik 2,08% dalam 24 jam.
Saat itu, harga Solana mencapai Rp1.900.710 atau sekitar US$105,28 per koin. Perhitungan dolar menggunakan kurs e-Rate BCA sebesar Rp18.053 per US$1 pada pukul 11.22 WIB.
Kenaikan tersebut membawa SOL kembali melampaui US$100 setelah tekanan pasar kripto sehari sebelumnya. Meski demikian, investor masih menghadapi ketidakpastian akibat inflasi Amerika Serikat dan melemahnya arus dana institusi.
“Baca Juga: Harga Ethereum 18 Oktober 2026: Analisis ETH Terbaru“
1. Harga Solana dan Data Pasar Terbaru
Data Pintu Market menunjukkan kapitalisasi pasar Solana mencapai Rp1.118 triliun atau sekitar US$61,93 miliar. Sementara itu, volume perdagangan global SOL selama 24 jam mencapai Rp63,28 triliun atau sekitar US$3,51 miliar.
Jumlah Solana yang beredar mencapai 589.324.880 SOL. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai pasokan token yang beredar di pasar.
Berikut rangkuman data Solana berdasarkan laporan 16 Oktober 2026:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga SOL | US$105,28 |
| Harga dalam rupiah | Rp1.900.710 |
| Perubahan 24 jam | +2,08% |
| Kapitalisasi pasar | Rp1.118 triliun |
| Volume perdagangan 24 jam | Rp63,28 triliun |
| Suplai beredar | 589.324.880 SOL |
Catatan: Data harga di atas mengacu pada laporan 16 Oktober 2026, bukan harga langsung untuk tanggal lain.
2. Inflasi AS Menambah Tekanan terhadap Solana
Pemulihan SOL terjadi setelah pasar kripto mengalami tekanan akibat data inflasi Amerika Serikat. Laporan sebelumnya menyebut indeks harga konsumen atau CPI September mencapai 3,7% secara tahunan.
Angka tersebut melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6% dan catatan 3,4% pada Agustus. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Pada periode yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendekati 5,3%. Tekanan tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam mengelola aset berisiko.
Solana sempat bergerak di kisaran US$101 hingga US$102 dengan penurunan hampir 5%. Selain itu, pasar kripto mencatat likuidasi sekitar US$972 juta dalam 24 jam.
Sebagian besar likuidasi tersebut berasal dari posisi long. Kini, investor juga memperhatikan keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
3. Arus Keluar ETF Solana Membayangi Pemulihan
Selain faktor ekonomi, arus dana institusi turut memengaruhi pergerakan harga SOL. Data SoSoValue yang dikutip FXStreet menunjukkan ETF Solana mengalami arus keluar selama delapan hari berturut-turut.
Pada Rabu, 14 Oktober, ETF SOL mencatat arus keluar sekitar US$1,29 juta. Sementara itu, laporan sebelumnya menyebut arus keluar bersih mingguan mencapai US$24,8 juta.
Angka tersebut mengakhiri tren arus masuk selama 14 pekan berturut-turut. Laporan itu juga mencatat arus keluar mingguan terbesar sejak produk ETF Solana mulai hadir pada Oktober 2025.
Sekitar 84% arus keluar berasal dari produk BSOL. Akibatnya, total aset bersih ETF Solana turun menjadi US$1,73 miliar dari US$1,90 miliar sepekan sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa minat investor institusi masih menghadapi tekanan. Karena itu, pemulihan harga SOL membutuhkan dukungan permintaan yang lebih konsisten.
4. Analisis Teknikal: SOL Menghadapi Support dan Resistance
Analisis FXStreet mencatat Solana mengalami penurunan lebih dari 13% sepanjang Oktober. Tekanan tersebut muncul setelah pola double top terbentuk di sekitar US$122 pada awal bulan.
Area US$97,95 menjadi salah satu level support penting berdasarkan rata-rata pergerakan harga 200 hari. Jika SOL menembus level tersebut, support berikutnya berada di sekitar US$83,50.
Sebaliknya, SOL menghadapi resistance awal di sekitar US$107,13. Level tersebut mengikuti rata-rata pergerakan harga 50 hari, sedangkan area US$122,94 menjadi resistance berikutnya.
Indikator RSI berada di sekitar level 35. Sementara itu, MACD masih bergerak di bawah garis sinyal dan garis nol.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih memengaruhi momentum SOL. Namun, pergerakan harga berikutnya tetap bergantung pada permintaan pasar dan sentimen investor.
5. Pembaruan Alpenglow Menjadi Perhatian Investor
Dari sisi teknologi, jaringan Solana bersiap menjalankan peningkatan Alpenglow pada mainnet tanggal 21 Oktober 2026, menurut laporan sumber. Peningkatan ini bertujuan mempercepat proses konfirmasi transaksi di jaringan.
Alpenglow menargetkan waktu finalitas transaksi sekitar 150 milidetik. Target tersebut jauh lebih singkat dibandingkan perkiraan waktu sebelumnya, yaitu sekitar 12,8 detik.
Pembaruan ini juga akan mengubah mekanisme konsensus TowerBFT. Selain itu, validator tidak lagi perlu mengirim transaksi voting secara langsung ke blockchain.
Perubahan tersebut berpotensi memberi ruang lebih besar bagi transaksi pengguna. Namun, dampak peningkatan Alpenglow terhadap harga SOL masih bergantung pada penerapan dan respons pasar.
Di sisi lain, data Blockworks yang dikutip FXStreet menunjukkan nilai saham tertokenisasi di jaringan Solana mendekati US$611 juta. Jumlah pemegangnya mencapai sekitar 1,42 juta.
6. Prospek Solana dan Risiko Investasi
Solana menunjukkan pemulihan harga setelah tekanan pasar sebelumnya. Namun, inflasi Amerika Serikat, kebijakan The Fed, dan arus keluar ETF masih menjadi faktor risiko.
Investor juga perlu memantau level support dan resistance serta perkembangan peningkatan Alpenglow. Kombinasi faktor ekonomi dan perkembangan jaringan dapat memengaruhi pergerakan SOL selanjutnya.
Meski begitu, kenaikan dalam 24 jam belum menjamin tren positif berkelanjutan. Investor sebaiknya melakukan riset mandiri dan menerapkan pengelolaan risiko sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Aset kripto memiliki risiko serta volatilitas tinggi. Gunakan dana sesuai kemampuan finansial dan pertimbangkan risiko sebelum bertransaksi.
“Baca Juga: Prediksi Betis vs Barcelona: H2H, Line Up, dan Skor“
















