pronoted.com – Pasar saham kripto memasuki fase yang menentukan.
Tiga saham treasury kripto terbesar dunia sedang menguji level support penting.
Strategy (MSTR), Metaplanet, dan Coinbase (COIN) sama-sama menghadapi tekanan jual.
Ketiga perusahaan tersebut memiliki cadangan Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik.
Karena itu, pergerakan harga saham mereka menjadi perhatian investor.
Jika level support bertahan, peluang pemulihan tetap terbuka.
Sebaliknya, penembusan ke bawah dapat memicu koreksi yang lebih dalam.
“Baca Juga: 3 Token Unlock Besar Siap Guncang Pasar Kripto di Juli 2026“
Strategy Uji Ketahanan di Level 100 Dolar
Strategy masih menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Perusahaan ini memiliki sekitar 843.775 BTC berdasarkan data terbaru.
Harga saham MSTR sempat turun ke kisaran 97 dolar.
Bahkan, harga sempat menyentuh 93 dolar pada perdagangan prapasar.
Level 100 dolar menjadi area penting bagi investor.
Zona tersebut sebelumnya menjadi titik breakout pada awal 2024.
Kemudian, area itu berubah menjadi support pada beberapa kesempatan.
Kini, tekanan jual kembali menguji kekuatan level tersebut.
Volume perdagangan yang menurun menunjukkan minat beli belum kembali kuat.
Jika harga bertahan di atas 100 dolar, peluang menuju 170 dolar masih terbuka.
Namun, jika support gagal bertahan, tekanan jual dapat semakin besar.
Metaplanet Masih Bertahan di Atas Level Kunci
Metaplanet menunjukkan kondisi yang sedikit lebih stabil.
Saham perusahaan ini diperdagangkan di sekitar 226 yen.
Harga tersebut masih berada di atas area penting 200 yen.
Sebelumnya, level tersebut berfungsi sebagai resistance.
Kini, area itu berubah menjadi support utama.
Metaplanet sempat mencatat kenaikan harga yang sangat tajam.
Namun, saham ini kemudian mengalami koreksi besar setelah mencapai puncaknya.
Meski demikian, perusahaan terus menambah kepemilikan Bitcoin.
Cadangan Bitcoin Metaplanet kini mencapai sekitar 43.000 BTC.
Jika harga tetap bertahan di atas 200 yen, peluang pemulihan masih tersedia.
Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut dapat membuka jalan menuju 100 yen.
Coinbase Tampil Lebih Stabil
Coinbase menjadi saham yang menunjukkan ketahanan terbaik.
Harga saham COIN berada di sekitar 163 dolar.
Saham ini berhasil mempertahankan area 150 dolar dalam beberapa kali pengujian.
Kondisi tersebut menunjukkan minat beli masih cukup kuat.
Meski begitu, harga Coinbase masih berada jauh di bawah rekor tertingginya.
Untuk memperbaiki tren jangka menengah, saham ini perlu menembus level 200 dolar.
Jika berhasil, target berikutnya berada di sekitar 260 dolar.
Namun, jika harga turun di bawah 150 dolar, risiko pelemahan menuju 120 dolar kembali terbuka.
Investor Perlu Memantau Level Support
Level support menjadi faktor penting dalam pergerakan ketiga saham tersebut.
Strategy menghadapi ujian di area 100 dolar.
Metaplanet berusaha mempertahankan 200 yen.
Sementara itu, Coinbase menjaga posisi di atas 150 dolar.
Pergerakan pada level tersebut dapat menentukan arah pasar dalam beberapa waktu mendatang.
Karena itu, investor perlu memperhatikan perkembangan harga dan volume perdagangan.
Selain itu, pergerakan harga Bitcoin juga dapat memengaruhi kinerja ketiga saham tersebut.
Saham Treasury Crypto: Prospek Masih Bergantung pada Sentimen Pasar
Ketiga perusahaan tetap memiliki posisi penting di sektor aset digital.
Cadangan Bitcoin yang besar memberi potensi pertumbuhan ketika pasar kembali menguat.
Namun, kondisi pasar saat ini masih dipenuhi ketidakpastian.
Tekanan makroekonomi dan sentimen investor masih memengaruhi pergerakan saham kripto.
Oleh karena itu, investor perlu menerapkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan.
Pergerakan beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu apakah ketiga saham ini mampu bangkit atau melanjutkan tren penurunan.
“Baca Juga: Julian Alvarez Jadi Man of the Match Argentina vs Swiss“
















