Pronoted.com – Awal September 2026 menghadirkan tekanan besar bagi pasar kripto. Dalam 24 jam, pasar mencatat likuidasi lebih dari US$367 juta.
Sekitar US$300 juta berasal dari posisi long. Trader harus menutup posisi tersebut ketika harga aset kripto turun secara cepat.
Namun, pasar mulai menunjukkan pemulihan setelah tekanan tersebut. Beberapa aset besar bahkan mencatat kenaikan dalam beberapa hari berikutnya.
“Baca Juga: Jensen Huang Prediksi Pasar AI Capai US$4 Triliun“
Likuidasi US$367 Juta Tekan Pasar Kripto
Data Buildix mencatat gelombang likuidasi terjadi pada 2 September 2026. Lebih dari 90 ribu akun trader terkena dampak dalam satu hari.
Total likuidasi mencapai US$367,73 juta. Posisi long menyumbang US$300,42 juta atau sekitar 82 persen dari total tersebut.
Bitcoin turun dari kisaran US$80.000 menuju US$76.548. Ethereum juga melemah sekitar tiga persen hingga mencapai US$2.368.
Sementara itu, Solana sempat kehilangan level US$100. Harga SOL turun hingga sekitar US$98.
XRP juga mengalami tekanan dan turun menuju US$1,32. Kombinasi ekspektasi suku bunga The Fed dan penggunaan leverage tinggi memperbesar tekanan.
Bitcoin dan Ethereum Mulai Pulih
Bitcoin dan Ethereum kemudian menunjukkan pemulihan dalam beberapa pekan. Data 24/7 Wall St mencatat kenaikan BTC sekitar 34 persen.
Kenaikan tersebut dihitung dari titik terendah Bitcoin pada Juni 2026. Ethereum mencatat kenaikan lebih besar dengan angka sekitar 55 persen.
Selain itu, arus dana institusi turut mendukung pemulihan pasar. Investor besar kembali menempatkan dana pada sejumlah produk investasi berbasis kripto.
Ethereum mencatat arus dana masuk sebesar US$197,11 juta pada pekan yang berakhir 14 September 2026. Kondisi tersebut mencatat minggu keempat berturut-turut dengan arus dana positif.
Data tersebut menunjukkan minat terhadap Ethereum masih bertahan. Namun, investor tetap menghadapi perubahan harga yang cukup cepat.
Solana dan XRP Ikut Menguat
Solana juga berhasil memulihkan sebagian besar penurunannya. Data 24/7 Wall St mencatat SOL naik sekitar 47 persen dari titik terendah Juni.
XRP mencatat kenaikan sekitar 44 persen dari titik terendah Agustus. Namun, kedua aset tersebut masih mencatat kinerja negatif sejak awal 2026.
Arus dana institusi juga menunjukkan minat terhadap Solana dan XRP. XRP menerima sekitar US$18,98 juta pada pekan tersebut.
Solana juga mencatat arus dana masuk sekitar US$10,3 juta. Karena itu, permintaan terhadap kedua aset tersebut belum sepenuhnya hilang.
Hyperliquid Justru Cetak Rekor Baru
Hyperliquid atau HYPE mencatat pergerakan berbeda dari aset besar lainnya. Token tersebut justru mencetak rekor harga tertinggi setelah gelombang likuidasi.
Menurut laporan KuCoin, HYPE mencapai US$88,04 pada 3 September 2026. Angka tersebut muncul hanya sehari setelah gelombang likuidasi besar.
Kapitalisasi pasar HYPE saat itu mencapai sekitar US$21,8 miliar. Kinerja tersebut juga melampaui Bitcoin, Ethereum, dan Solana dalam periode tersebut.
Pergerakan HYPE menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak memengaruhi semua aset secara sama. Dana investor masih mengalir menuju sektor kripto tertentu.
Apa Arti Pemulihan bagi Pasar Kripto?
Gelombang likuidasi awal September menunjukkan risiko penggunaan leverage tinggi. Pergerakan harga yang cepat dapat memaksa trader menutup posisi dalam jumlah besar.
Namun, pemulihan Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP menunjukkan perubahan sentimen pasar. Arus dana institusi juga memberikan dukungan tambahan bagi sejumlah aset.
Sementara itu, kenaikan HYPE menunjukkan investor masih mencari peluang pada aset tertentu. Karena itu, pasar kripto tetap menghadirkan pergerakan yang sangat beragam.
Investor perlu memperhatikan kondisi makroekonomi dan arus dana sebelum mengambil keputusan. Selain itu, investor perlu memahami risiko setiap aset dan strategi yang mereka gunakan.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan memberikan informasi mengenai perkembangan pasar kripto. Informasi dalam artikel berasal dari berbagai sumber dan bukan rekomendasi investasi.
Aset kripto memiliki risiko serta perubahan harga yang tinggi. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin kinerja aset pada masa depan.
Investor perlu melakukan riset mandiri sebelum melakukan transaksi. Gunakan dana yang siap menghadapi risiko dan jangan menggunakan dana kebutuhan sehari-hari.
Setiap keputusan jual beli Bitcoin dan aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
















