Pronoted.com – Aksi jual Bitcoin oleh pemegang jangka panjang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Data terbaru menunjukkan perubahan aktivitas dari kelompok holder tersebut.
Holder jangka panjang atau LTH mengacu pada dompet yang menyimpan Bitcoin lebih dari 155 hari. Kelompok ini sempat melepas sekitar 260.000 BTC ke pasar sejak pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026.
Namun, aktivitas jual tersebut mulai mereda dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memberikan perubahan penting pada tekanan jual Bitcoin.
“Baca Juga: Harga Emas Turun ke US$4.322, Ini Prospeknya“
Holder Jangka Panjang Lepas 260.000 Bitcoin
Data Glassnode menunjukkan perubahan posisi bersih holder jangka panjang. Posisi tersebut sempat kembali mendekati kondisi netral setelah gelombang distribusi besar.
Tekanan jual LTH bahkan sempat melampaui beberapa puncak historis sebelumnya. Selain itu, data Coin Days Destroyed atau CDD menunjukkan peningkatan pergerakan Bitcoin lama.
CDD membantu analis melihat aktivitas Bitcoin yang sudah lama tersimpan. Karena itu, lonjakan CDD dapat menunjukkan meningkatnya perpindahan koin lama.
Namun, data 48 jam terakhir menunjukkan perubahan. Arus Bitcoin menuju bursa mulai melambat dan mendekati rata-rata 30 hari.
Analis CryptoQuant Belum Melihat Sell-Off Besar
Analis CryptoQuant, Darkfost, melihat kondisi yang berbeda dari kekhawatiran sebagian pelaku pasar. Ia menyebut reli Bitcoin memang mendorong aksi ambil untung trader jangka pendek.
Namun, holder jangka panjang belum menunjukkan aksi jual besar. Darkfost melihat heatmap CDD 30 hari masih relatif tenang.
Menurut Darkfost, siklus Bitcoin tahun ini memang mencatat mobilitas koin lama yang tinggi. Akan tetapi, aktivitas tersebut tidak otomatis menunjukkan penjualan Bitcoin.
Pemilik Bitcoin dapat memindahkan koin untuk mengatur ulang dompet. Mereka juga dapat memindahkan aset antar bursa tanpa menjualnya.
Karena itu, analis perlu melihat data CDD bersama arus Bitcoin menuju bursa. Lonjakan kedua indikator tersebut dapat memberikan sinyal jual yang lebih kuat.
ETF Bitcoin Mendorong Pergerakan Koin Lama
Aliran dana besar menuju ETF Bitcoin turut meningkatkan aktivitas pasar. Selain itu, beberapa perusahaan juga membangun cadangan Bitcoin dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut memperbesar likuiditas di pasar Bitcoin. Karena itu, holder besar dapat memindahkan aset dengan dampak harga yang lebih kecil.
Perubahan ini juga membuat pergerakan Bitcoin lama semakin mudah terlihat dalam data on-chain. Namun, investor tetap perlu membaca data tersebut secara menyeluruh.
Suplai Bitcoin Masih Menghadapi Resistance
Sebelum aksi jual melambat, suplai LTH terkumpul cukup besar pada rentang US$83.000 hingga US$86.000.
Area tersebut dapat menjadi hambatan jika Bitcoin kembali naik menuju level tersebut. Selain itu, jumlah suplai yang mencatat keuntungan juga meningkat.
Laporan Tradingpedia mencatat porsi suplai untung naik dari 65 persen pada Mei menjadi 68 persen pada akhir Agustus.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak pemegang Bitcoin yang memiliki peluang mengambil keuntungan. Karena itu, area harga tersebut perlu mendapat perhatian pasar.
Pasar Derivatif Bitcoin Masih Menyimpan Risiko
Cost basis holder jangka pendek juga mengalami perubahan setelah fase akumulasi musim panas. Level tersebut kini berada sekitar US$71.000.
Sementara itu, pasar derivatif Bitcoin masih mencatat open interest yang tinggi. Sekitar US$14 miliar kontrak akan jatuh tempo pada 25 September 2026.
Data tersebut menunjukkan pasar masih menyimpan eksposur besar. Karena itu, pergerakan harga dapat meningkat ketika pasar menghadapi perubahan sentimen.
Apa Dampaknya bagi Harga Bitcoin?
Perlambatan aksi jual LTH dapat mengurangi tekanan pasokan dalam waktu dekat. Namun, kondisi tersebut belum menjamin kenaikan harga Bitcoin.
Investor masih perlu memperhatikan permintaan baru dan kondisi ekonomi global. Selain itu, keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga dapat memengaruhi sentimen pasar.
Pelaku pasar juga perlu memantau arus dana institusi dan investor ritel. Perubahan arus tersebut dapat memengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran Bitcoin.
Dengan demikian, perlambatan distribusi 260.000 BTC memberikan sinyal perubahan. Namun, investor tetap perlu melihat beberapa indikator sebelum menentukan langkah investasi.
Disclaimer
Artikel ini bertujuan memberikan informasi mengenai perkembangan pasar Bitcoin. Informasi tersebut berasal dari berbagai sumber dan bukan merupakan rekomendasi investasi.
Aset kripto memiliki risiko dan pergerakan harga yang tinggi. Investor perlu melakukan riset mandiri sebelum membeli atau menjual aset kripto.
Investor juga perlu menggunakan dana yang siap menanggung risiko. Setiap keputusan jual beli Bitcoin menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
“Baca Juga: Sejarah Candi Kedaton Mojokerto dan Keunikannya“
















