Pronoted.com – Pasar kripto kembali bergerak dinamis pada awal Juni 2026. Tiga altcoin berhasil menarik perhatian investor karena menunjukkan pola pergerakan yang berbeda. Ketiga aset tersebut adalah Hyperliquid (HYPE), LAB, dan Venice Token (VVV).
HYPE melanjutkan tren kenaikan setelah menembus rekor harga tertinggi. LAB mencetak reli tajam dalam waktu singkat. Sementara itu, VVV mulai menunjukkan tanda pelemahan setelah mengalami kenaikan panjang selama Mei.
Pergerakan ketiga altcoin tersebut kini menjadi perhatian banyak trader. Mereka berpotensi memengaruhi arah pasar altcoin dalam beberapa pekan mendatang.
“Baca Juga: META Berpotensi Naik 30%, Peluang Investor METAX?“
Hyperliquid (HYPE) Dekati Target Harga Baru
Hyperliquid atau HYPE mencatat performa kuat setelah berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa. Saat ini, HYPE diperdagangkan di kisaran 72,25 dolar AS dan naik lebih dari lima persen dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut mendorong kapitalisasi pasar HYPE mencapai sekitar 16,17 miliar dolar AS. Posisi itu membuat HYPE masuk dalam daftar sepuluh besar aset kripto berdasarkan nilai pasar.
Pada akhir Mei, HYPE berhasil menembus level 59 dolar AS. Setelah itu, harga sempat menguji area tersebut sebagai support sebelum melanjutkan kenaikan.
Target harga pertama di area 69,96 dolar AS sudah tercapai. Kini pasar mulai mengincar target berikutnya di sekitar 83,38 dolar AS.
Meskipun volume perdagangan menurun, harga tetap mencetak level tertinggi baru. Kondisi ini menunjukkan tren naik masih bertahan.
Selain itu, indikator kekuatan pasar masih berada di zona positif. Selama harga bertahan di atas 59 dolar AS, peluang menuju target berikutnya tetap terbuka.
Namun, jika harga turun di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam kondisi itu, area 51 dolar AS menjadi support penting berikutnya.
LAB Cetak Reli Tajam dan Dekati Target Selanjutnya
LAB menjadi altcoin dengan performa paling mencolok dalam beberapa hari terakhir. Token ini melonjak sekitar 62 persen hanya dalam satu hari perdagangan.
Saat ini, harga LAB berada di sekitar 13,81 dolar AS. Sementara itu, kapitalisasi pasarnya telah melampaui 5,57 miliar dolar AS.
Kenaikan besar tersebut terjadi setelah LAB menembus rekor harga sebelumnya di level 7,51 dolar AS. Setelah breakout, harga terus bergerak naik tanpa hambatan berarti.
Target pertama di area 9,37 dolar AS telah tercapai. Selanjutnya, harga berhasil menembus target kedua di level 11,73 dolar AS.
Kini perhatian investor tertuju pada target ketiga di sekitar 14,34 dolar AS. Jika harga mampu menembus area tersebut, tren naik berpotensi berlanjut.
Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati. Kenaikan yang terlalu cepat sering memicu aksi ambil untung dalam waktu singkat.
Jika koreksi terjadi, area 7,51 dolar AS berpotensi menjadi zona pertahanan utama bagi pembeli.
Venice Token (VVV) Mulai Tunjukkan Sinyal Pelemahan
Berbeda dengan HYPE dan LAB, Venice Token atau VVV menunjukkan tanda perlambatan tren.
VVV saat ini diperdagangkan di kisaran 18,20 dolar AS. Dalam 24 jam terakhir, harga hanya naik tipis sekitar 0,84 persen.
Sebelumnya, VVV sempat mencapai target kenaikan pertama di area 17,30 dolar AS. Namun, aset ini gagal menembus resistance kuat di level 21,55 dolar AS.
Kegagalan tersebut terjadi sebanyak tiga kali. Selain itu, indikator momentum menunjukkan puncak yang semakin rendah.
Kondisi tersebut sering dianggap sebagai sinyal bahwa kekuatan tren mulai melemah. Di saat yang sama, volume perdagangan juga terus menurun.
Penurunan volume mengindikasikan minat beli mulai berkurang. Jika VVV kembali gagal menembus level 21,55 dolar AS, risiko koreksi akan semakin besar.
Apabila tekanan jual meningkat, area 10 dolar AS berpotensi menjadi support utama berikutnya. Level tersebut sebelumnya menjadi titik penting dalam kenaikan harga VVV selama Mei.
Investor Perlu Mencermati Risiko dan Peluang
HYPE dan LAB masih menunjukkan tren naik yang kuat. Sebaliknya, VVV mulai menghadapi tekanan setelah reli panjang.
Karena itu, investor perlu memantau pergerakan harga dan volume perdagangan secara cermat. Selain peluang keuntungan, volatilitas tinggi juga membawa risiko yang besar.
Dalam kondisi pasar seperti saat ini, manajemen risiko tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Timnas Indonesia Bungkam Oman 3-0 di FIFA Matchday“
















