Pronoted.com – Arus dana institusi ke pasar kripto menunjukkan pergerakan berbeda pada awal pekan ini. Bitcoin, Ethereum, dan Solana menjadi tiga aset yang menarik perhatian investor.
Bitcoin mencatat lonjakan dana masuk melalui ETF spot Amerika Serikat. Sementara itu, ETF Ethereum dan Solana masih menghadapi tekanan arus keluar. Namun, perusahaan treasury terus menambah kepemilikan Ethereum, sedangkan tokenisasi aset dunia nyata di jaringan Solana terus berkembang.
“Baca Juga: KOSPI Anjlok, Investor Waspadai Risiko Pasar Global“
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa investor institusi menerapkan strategi beragam terhadap ketiga aset kripto tersebut.
1. Bitcoin Catat Lonjakan Dana Masuk melalui ETF
Menurut laporan The Block, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$526,6 juta pada Senin (19/10).
iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menjadi pendorong utama dengan dana masuk US$665,16 juta. Angka tersebut mencetak rekor harian tertinggi produk itu sejak 7 Oktober 2025.
Namun, sejumlah produk lain justru mengalami arus keluar. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) kehilangan US$83,6 juta, sedangkan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) mencatat arus keluar US$54,9 juta.
Analis Zeus Research, Dominick John, menilai lonjakan dana masuk tersebut menunjukkan ketahanan permintaan institusi. Kondisi itu muncul ketika harga Bitcoin bergerak relatif datar di kisaran US$82.000 hingga US$83.000.
Selain melalui ETF, perusahaan Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin. Perusahaan tersebut membeli 267 BTC senilai sekitar US$22 juta selama periode 12–18 Oktober.
Pembelian itu meningkatkan total kepemilikan Strategy menjadi 848.517 BTC. Perusahaan tersebut mencatat harga akuisisi rata-rata sebesar US$75.446 per Bitcoin.
Peneliti Presto Research, Min Jung, melihat sebagian investor mulai bersiap menghadapi peluang catch-up trade. Strategi ini mengincar aset yang berpotensi mengejar kenaikan aset berisiko lainnya.
Menurut Jung, Bitcoin masih bergerak dalam rentang sempit ketika sejumlah aset berisiko mendekati rekor tertinggi. Ia juga memperkirakan volatilitas berlanjut akibat ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve.
2. ETF Ethereum Tertekan, Bitmine Terus Mengakumulasi ETH
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum masih menghadapi tekanan dari investor ETF. Data SoSoValue yang dikutip Cointelegraph menunjukkan ETF spot Ether kehilangan sekitar US$320 juta sepanjang pekan sebelumnya.
Akibatnya, total arus keluar ETF Ethereum selama Oktober mendekati US$955 juta. Tekanan berlanjut pada Senin dengan arus keluar sebesar US$103,3 juta.
Kondisi tersebut memperpanjang tren arus keluar menjadi empat hari berturut-turut. Meski demikian, perusahaan treasury masih terus menambah cadangan Ethereum.
Bitmine membeli 12.535 ETH dalam sepekan. Pembelian itu meningkatkan kepemilikannya menjadi 6.041.481 ETH, atau sekitar 4,9% dari total suplai beredar.
Bitmine juga menempatkan sekitar 84% kepemilikan ETH-nya dalam aktivitas staking. Pada 18 Oktober, harga Ethereum berada di sekitar US$2.365.
Nilai kepemilikan Ethereum Bitmine mencapai sekitar US$14,3 miliar. Perusahaan tersebut juga memiliki kas dan surat berharga senilai US$582 juta.
Dengan demikian, arus keluar ETF tidak menghentikan akumulasi Ethereum oleh perusahaan treasury. Perbedaan strategi ini membuat pergerakan dana institusi pada Ethereum tetap menarik untuk dicermati.
3. ETF Solana Melemah, Tokenisasi Aset Terus Berkembang
Solana juga menunjukkan dua tren yang berbeda. ETF spot SOL mencatat arus keluar sekitar US$26 juta pada pekan sebelumnya.
Pada pekan sebelumnya lagi, produk tersebut juga mengalami arus keluar mingguan terbesar sejak peluncurannya. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri rentetan arus dana masuk selama 14 pekan.
Data Glassnode yang dikutip BeInCrypto menunjukkan rata-rata aliran ETF SOL selama tujuh hari turun menjadi sekitar minus 40.000 SOL per hari. Angka tersebut menjadi level terlemah sepanjang 2026.
Namun, perkembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) di jaringan Solana justru menunjukkan pertumbuhan.
Menurut rwa.xyz, nilai RWA yang ditokenisasi di Solana, di luar stablecoin, mencapai sekitar US$4,4 miliar. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan awal Mei.
BlackRock dan State Street termasuk penerbit RWA yang menggunakan jaringan tersebut. Meski demikian, pertumbuhan tokenisasi tidak otomatis meningkatkan permintaan terhadap token SOL.
Aktivitas tersebut lebih mencerminkan penggunaan jaringan Solana. Karena itu, investor masih menantikan arus masuk ETF yang konsisten sebagai salah satu sinyal penguatan minat terhadap SOL.
4. Perbedaan Arus Dana Menjadi Sorotan Investor
Pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan Solana memperlihatkan perbedaan strategi investor institusi. Bitcoin memperoleh dukungan kuat dari ETF, terutama melalui IBIT dan pembelian Strategy.
Sebaliknya, ETF Ethereum menghadapi arus keluar meskipun Bitmine terus menambah kepemilikannya. Solana juga mengalami tekanan ETF, tetapi aktivitas tokenisasi aset di jaringannya terus berkembang.
Oleh karena itu, investor perlu mencermati arus ETF, pembelian perusahaan treasury, dan perkembangan penggunaan jaringan secara bersamaan. Ketiga indikator tersebut dapat memberikan gambaran berbeda mengenai minat pasar terhadap setiap aset.
Namun, pergerakan dana institusi tidak menjamin kenaikan harga kripto. Investor tetap perlu mempertimbangkan volatilitas pasar dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.
Catatan: Angka harga dan arus dana dalam artikel ini mengikuti data yang tercantum pada naskah sumber.
“Baca Juga: Sejarah LBB: Tujuan, Peran, dan Penyebab Kegagalan“
















