Pronoted.com – Pasar altcoin memasuki pekan ketiga Oktober 2026 dengan pergerakan yang beragam. Menurut CoinDesk, Altcoin Season Index berada di level 56 dari 100 pada 19 Oktober. Angka tersebut turun dari 63 pada pekan sebelumnya, sementara Bitcoin bertahan di atas US$82.000.
Di tengah kondisi tersebut, tiga altcoin menarik perhatian investor karena memiliki katalis penting pekan ini. Ketiganya mencakup Uniswap (UNI), Arbitrum (ARB), dan LayerZero (ZRO).
UNI mendapat perhatian setelah CME Group meluncurkan kontrak futures. Sementara itu, ARB mengandalkan program insentif stablecoin. Adapun ZRO menghadapi jadwal pembukaan token yang dapat memengaruhi dinamika pasarnya.
“Baca Juga: Tesla Roadster Bisa Terbang? Produksi Ditargetkan 2028“
1. Uniswap (UNI): Futures CME Buka Peluang Baru
CME Group mulai memperdagangkan kontrak futures UNI pada 19 Oktober 2026. Perusahaan tersebut juga meluncurkan futures Bitcoin Cash pada tanggal yang sama.
CME menyediakan dua ukuran kontrak UNI. Kontrak standar mewakili 10.000 UNI, sedangkan kontrak mikro mewakili 1.000 UNI. Kedua kontrak menggunakan penyelesaian tunai berdasarkan acuan harga CME CF.
Peluncuran ini menjadikan UNI token DeFi pertama yang memiliki kontrak futures di CME. Sebelumnya, CME juga memperkenalkan futures altcoin seperti Cardano, Chainlink, Stellar, Avalanche, dan Sui.
Menurut laporan yang dikutip dalam naskah sumber, nilai nosional lini futures altcoin CME telah melampaui US$1 miliar sepanjang 2026.
Namun, harga UNI justru melemah menjelang peluncuran tersebut. Koin Bülteni mencatat penurunan sekitar 30% antara 22 September dan 18 Oktober.
Pada hari peluncuran, CoinDesk melaporkan kenaikan UNI sebesar 3,2% menuju kisaran US$7,42. Sejumlah token DeFi lain, termasuk Lido dan Ethena, juga ikut menguat.
Selain peluncuran futures, investor dapat mencermati perkembangan Unichain. Migrasi Unichain ke OP Enterprise dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober.
2. Arbitrum (ARB): Program Stablecoin Jadi Katalis
Arbitrum menarik perhatian pasar melalui Stablecoin Growth Program dari Arbitrum Foundation. Menurut CoinDesk, ARB naik 6,7% menuju sekitar US$0,20 pada 19 Oktober.
ARB juga mencatat kenaikan 16,45% sejak pengumuman program tersebut pada pekan sebelumnya.
Coinpedia melaporkan bahwa program ini menyediakan kumpulan insentif sebesar 2 juta ARB. Dana tersebut menyasar 10 tim pertama yang memenuhi persyaratan program.
Setiap protokol harus mencapai total nilai terkunci atau TVL sebesar US$10 juta. Selain itu, protokol tersebut harus mempertahankan saldo stablecoin minimal US$1 juta.
Pasar juga menantikan pemungutan suara Arbitrum DAO yang berakhir pada 22 Oktober. Agenda pembahasannya mencakup penyesuaian biaya L1 menjelang upgrade Glamsterdam.
Pemungutan suara tersebut juga membahas pemindahan 1.700 ETH ke strategi pengelolaan dana serta penetapan USDG sebagai inisiatif strategis.
Dari sisi teknikal, Coinpedia menempatkan US$0,22 dan US$0,25 sebagai area resistance. Sementara itu, rentang US$0,15 hingga US$0,17 menjadi area support yang perlu diperhatikan.
3. LayerZero (ZRO): Jadwal Unlock Token Perlu Dicermati
LayerZero menghadapi jadwal pembukaan token atau token unlock pada 20 Oktober 2026. Menurut estimasi DefiLlama yang dikutip AltcoinBuzz, jumlahnya mencapai sekitar 23,63 juta ZRO.
Alokasi tersebut mencakup 10,63 juta ZRO untuk kontributor inti dan 13 juta ZRO untuk mitra strategis.
CoinDesk memperkirakan nilai token tersebut mencapai sekitar US$44 juta. Jumlah itu setara dengan 3,83% dari suplai beredar menurut perhitungan CoinDesk.
Sementara itu, AltcoinBuzz memperkirakan porsinya mendekati 5,9%. Perbedaan tersebut muncul karena setiap pelacak menggunakan data alokasi yang berbeda.
Suplai beredar ZRO tercatat sekitar 399 juta token dari maksimum 1 miliar token. Dengan demikian, jadwal unlock menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor.
Pembukaan token bulanan ini diperkirakan berlanjut sekitar delapan kali hingga Mei 2027.
Di sisi lain, pembelian kembali token menggunakan pendapatan Stargate telah mengumpulkan sekitar 2,54 juta ZRO. Pasar juga menantikan pemungutan suara mengenai fee switch pada Desember 2026.
Referendum pada Juni sebelumnya gagal mencapai kuorum. Karena itu, keputusan berikutnya dapat menjadi perhatian pelaku pasar.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
UNI, ARB, dan ZRO memiliki katalis berbeda sepanjang pekan ketiga Oktober 2026. UNI mengandalkan peluncuran futures dan perkembangan ekosistem Unichain.
Sementara itu, ARB bergantung pada perkembangan program insentif stablecoin dan keputusan Arbitrum DAO. Adapun ZRO menghadapi dinamika suplai akibat pembukaan token serta rencana perubahan mekanisme pendapatan.
Meski begitu, katalis positif tidak selalu mendorong harga naik. Investor perlu mempertimbangkan kondisi pasar, perubahan volume perdagangan, dan perkembangan masing-masing proyek.
Investor juga sebaiknya memeriksa data terbaru sebelum mengambil keputusan. Pasalnya, aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat mengalami perubahan harga dalam waktu singkat.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi, bukan rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan risiko sebelum bertransaksi aset kripto.
“Baca Juga: Sejarah Pemilu 1955: Tujuan, Proses, dan Hasilnya“
















