Pronoted.com – Harga XRP pada Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar kripto global. Data terakhir dari Pintu Market pada Jumat, 16 Oktober 2026, menunjukkan XRP menguat 1,54% dalam 24 jam.
Saat itu, XRP diperdagangkan pada harga Rp24.040 atau sekitar US$1,3316 per koin. Perhitungan tersebut menggunakan kurs jual e-Rate BCA sebesar Rp18.053 per dolar AS.
Namun, angka tersebut merupakan data pada 16 Oktober, bukan harga langsung untuk 18 Oktober 2026. Karena itu, investor perlu memeriksa harga terbaru sebelum mengambil keputusan transaksi.
“Baca Juga: Harga Solana Terbaru: SOL Menguat 2,08% ke US$105“
Harga XRP Menguat, Kapitalisasi Pasar Capai Rp1.517 Triliun
Berdasarkan data Pintu Market pada 16 Oktober 2026 pukul 11.25 WIB, XRP menunjukkan pemulihan harga. Aset kripto ini kembali menembus level US$1,30 setelah pasar kripto bergerak menguat.
Pada periode tersebut, kapitalisasi pasar XRP mencapai Rp1.517 triliun atau sekitar US$84,03 miliar. Sementara itu, volume perdagangan global XRP selama 24 jam mencapai Rp33,23 triliun atau US$1,84 miliar.
Dari sisi pasokan, pasar mencatat sekitar 63,12 miliar XRP telah beredar. Jumlah tersebut mendekati dua pertiga dari total suplai maksimum sebesar 100 miliar XRP.
Meski begitu, kenaikan harga dalam jangka pendek belum menjamin tren pemulihan berkelanjutan. Investor tetap perlu memperhatikan sentimen pasar dan perkembangan ekonomi global.
ETF XRP Catat Arus Masuk Selama 13 Pekan Berturut-turut
Mengutip BeInCrypto, ETF spot XRP di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$740.000 pada 14 Oktober 2026. Pada hari yang sama, produk investasi Bitcoin, Ethereum, Solana, dan HYPE secara gabungan kehilangan hampir US$400 juta.
Dengan demikian, ETF XRP mempertahankan tren arus masuk selama 13 pekan berturut-turut. Total arus masuk kumulatifnya mencapai rekor sekitar US$1,80 miliar.
Namun, nilai aset bersih ETF XRP justru menurun dalam periode tersebut. Nilainya turun dari US$1,77 miliar pada 25 September menjadi US$1,51 miliar.
Penurunan itu menunjukkan bahwa arus dana masuk tidak selalu mendorong kenaikan nilai aset kelolaan. Perubahan harga XRP turut memengaruhi nilai keseluruhan portofolio ETF.
Selain itu, analis CryptoQuant, Arab Chain, menyoroti peningkatan transfer XRP dari kelompok investor besar atau whale. Dalam 30 hari terakhir, setoran XRP dari kelompok tersebut ke Binance mencapai sekitar 1,669 miliar XRP.
Angka itu menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Meski demikian, transfer ke bursa tidak selalu menunjukkan rencana penjualan.
Investor besar mungkin memindahkan aset untuk mengatur ulang dompet atau menggunakan layanan bursa lainnya. Karena itu, pelaku pasar perlu mengamati pergerakan berikutnya sebelum menyimpulkan arah harga XRP.
BeInCrypto juga melaporkan bahwa XRP sempat turun 5,11% dalam 24 jam setelah data inflasi Amerika Serikat melampaui perkiraan. Saat laporan tersebut terbit, XRP berada di sekitar US$1,31.
Harga itu juga masih sekitar 64% di bawah rekor tertinggi XRP sebesar US$3,65 pada Juli 2025.
Ripple Prime Perluas Layanan Swap Berbasis Aset Dunia Nyata
Di sisi bisnis, Ripple Prime memperluas layanan untuk klien institusional melalui produk swap perpetual berbasis aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
Menurut laporan The Block, produk tersebut mengacu pada kontrak perpetual futures yang tercatat di Trade.xyz melalui Hyperliquid.
Layanan ini mencakup lebih dari 100 pasar acuan. Pilihannya meliputi saham, indeks, ETF, logam, energi, hingga valuta asing.
Klien dapat memperdagangkan produk tersebut selama 24 jam setiap hari. Mereka juga dapat menggunakan stablecoin RLUSD sebagai jaminan, sesuai ketentuan wilayah masing-masing.
Selain itu, perusahaan pembuat pasar Virtu disebut telah mulai memperdagangkan produk tersebut. Perkembangan ini memperlihatkan perluasan layanan aset digital untuk kebutuhan institusional.
Meski demikian, dampak perkembangan tersebut terhadap harga XRP masih perlu diamati. Pelaku pasar perlu membedakan perkembangan bisnis Ripple dari pergerakan harga token XRP.
Analisis Teknikal XRP: Level US$1,30 Jadi Perhatian
Menurut analisis FXStreet pada Kamis, 15 Oktober 2026, XRP bertahan di sekitar US$1,30. Analis menilai level tersebut sebagai area permintaan penting ketika tren harga masih menunjukkan tekanan bearish.
Jika XRP mampu mempertahankan penutupan harian di atas US$1,30, harga berpeluang memasuki fase konsolidasi. Kondisi tersebut dapat membantu pasar mencari arah pergerakan berikutnya.
Sebaliknya, tekanan jual yang berlanjut dapat membawa XRP menuju level US$1,12. Jika penurunan semakin dalam, investor juga perlu memperhatikan level psikologis US$1,00.
FXStreet mengaitkan pelemahan XRP dengan aksi jual di pasar kripto. Kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat turut menekan sentimen investor.
Namun, data Pintu Market pada 16 Oktober menunjukkan XRP telah kembali ke kisaran US$1,33. Pemulihan tersebut memberikan gambaran bahwa harga bergerak naik dari level sebelumnya.
Prospek XRP dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Pergerakan XRP dipengaruhi beberapa faktor, termasuk arus dana ETF, aktivitas investor besar, perkembangan bisnis Ripple, dan kondisi ekonomi global.
Arus masuk ETF selama 13 pekan menunjukkan minat investor terhadap produk investasi XRP masih bertahan. Namun, penurunan nilai aset bersih ETF dan peningkatan transfer XRP ke Binance tetap perlu mendapat perhatian.
Di sisi teknikal, level US$1,30 menjadi area penting untuk memantau kekuatan harga. Sementara itu, US$1,12 dan US$1,00 dapat menjadi area perhatian jika tekanan jual kembali meningkat.
Meski XRP sempat menguat, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu indikator. Mereka perlu melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan risiko sebelum bertransaksi.
Disclaimer: Aset kripto memiliki risiko tinggi dan pergerakan harga yang sangat fluktuatif. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan dana sesuai kemampuan finansial.
“Baca Juga: Resume Buku Sejarah Ekonomi Sosiologis Indonesia“
















