Pronoted.com – Bitcoin (BTC) menjadi aset kripto dengan jumlah pasokan yang terbatas. Batas maksimalnya hanya mencapai 21 juta koin. Karakteristik ini membuat Bitcoin berbeda dari mata uang konvensional yang dapat dicetak sesuai kebijakan bank sentral.
Saat ini, sekitar 20,05 juta Bitcoin telah beredar. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 95,47 persen dari total pasokan maksimal. Artinya, hanya sekitar 950 ribu Bitcoin yang masih bisa ditambang pada masa mendatang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan penting. Apa yang akan terjadi ketika seluruh Bitcoin berhasil ditambang? Berikut penjelasannya.
“Baca Juga: Galaxy Gelontorkan Dana US$5 Juta demi Keamanan Bitcoin“
Pasokan Bitcoin Semakin Mendekati Batas Maksimal
Bitcoin menggunakan sistem pasokan tetap yang sudah ditentukan sejak awal. Pengembang Bitcoin menetapkan jumlah maksimal sebanyak 21 juta koin. Aturan ini membuat Bitcoin memiliki tingkat kelangkaan yang tinggi.
Saat ini, sebagian besar Bitcoin sudah beredar di pasar. Sisa Bitcoin akan terus berkurang karena proses penambangan menghasilkan koin baru dalam jumlah yang semakin sedikit.
Karena itu, banyak investor memandang Bitcoin sebagai aset yang memiliki nilai jangka panjang. Pasokan yang terbatas membuat banyak pihak memperkirakan nilainya dapat meningkat apabila permintaan terus bertambah.
Penambangan Bitcoin Menjaga Keamanan Jaringan
Penambangan Bitcoin tidak hanya menghasilkan koin baru. Proses ini juga menjaga keamanan seluruh jaringan blockchain.
Setiap sekitar 10 menit, penambang memverifikasi transaksi dan menambahkan satu blok baru ke blockchain. Sebagai imbalan, mereka menerima hadiah berupa Bitcoin baru dan biaya transaksi dari pengguna.
Namun, hadiah blok tidak bersifat tetap. Sistem Bitcoin mengurangi jumlah hadiah secara berkala melalui mekanisme yang disebut halving.
Halving Membuat Hadiah Penambang Terus Berkurang
Halving merupakan mekanisme yang mengurangi hadiah penambangan setiap sekitar empat tahun sekali. Tujuan utamanya menjaga laju pertumbuhan pasokan Bitcoin agar tetap terkendali.
Saat ini, setiap blok memberikan hadiah sebesar 3,125 Bitcoin. Setelah halving berikutnya pada 2028, hadiah tersebut diperkirakan turun menjadi 1,5625 Bitcoin per blok.
Penurunan hadiah membuat penambangan menjadi semakin kompetitif. Penambang harus meningkatkan efisiensi perangkat dan menekan biaya operasional agar tetap memperoleh keuntungan.
Selain itu, mekanisme ini menjaga kelangkaan Bitcoin. Pasokan baru yang semakin sedikit dapat memengaruhi keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar.
Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Ditambang?
Berdasarkan jadwal halving saat ini, seluruh Bitcoin diperkirakan selesai ditambang sekitar tahun 2140.
Setelah momen tersebut, jaringan tidak lagi menghasilkan Bitcoin baru. Penambang tidak akan menerima hadiah blok seperti sekarang.
Sebaliknya, mereka hanya memperoleh pendapatan dari biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna jaringan Bitcoin.
Perubahan ini akan mengubah model bisnis industri penambangan. Penambang harus mengandalkan aktivitas transaksi sebagai sumber pemasukan utama.
Jika penggunaan jaringan Bitcoin tetap tinggi, biaya transaksi berpotensi memberikan pendapatan yang cukup bagi para penambang. Sebaliknya, jika aktivitas transaksi menurun, pendapatan mereka juga bisa ikut berkurang.
Karena itu, masa depan keamanan jaringan Bitcoin sangat bergantung pada tingkat penggunaan dan adopsi Bitcoin di seluruh dunia.
Halving 2028 Menjadi Momen Penting
Komunitas kripto kini mulai menantikan halving berikutnya yang diperkirakan terjadi pada April 2028.
Pada peristiwa tersebut, hadiah blok akan kembali turun menjadi 1,5625 Bitcoin. Penurunan ini akan memperlambat laju pasokan Bitcoin baru yang masuk ke pasar.
Secara historis, halving selalu menjadi perhatian investor. Banyak pelaku pasar menganggap momen ini dapat memengaruhi harga Bitcoin karena pasokan baru semakin terbatas.
Selain itu, halving juga mendorong perusahaan penambangan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Mereka harus menggunakan perangkat yang lebih hemat energi agar tetap mampu bersaing.
Bitcoin Habis Ditambang 2140: Masa Depan Bitcoin Bergantung pada Adopsi
Bitcoin masih memiliki waktu lebih dari satu abad sebelum seluruh pasokannya selesai ditambang. Meski demikian, perubahan menuju sistem yang hanya mengandalkan biaya transaksi sudah mulai menjadi perhatian banyak pihak.
Selama pengguna terus memanfaatkan jaringan Bitcoin untuk bertransaksi, penambang masih memiliki peluang memperoleh pendapatan yang stabil. Sebaliknya, penurunan aktivitas jaringan dapat memengaruhi keberlanjutan industri penambangan.
Dengan pasokan yang semakin terbatas, mekanisme halving yang terus berjalan, dan minat investor yang tetap tinggi, Bitcoin diperkirakan akan tetap menjadi salah satu aset digital paling penting dalam ekosistem kripto.
“Baca Juga: Arteta Puas Arsenal Bantai Girona 4-1 di Laga Pramusim“
















