Pronoted.com – saham Apple (AAPL) berada di level $309,35 pada 24 Agustus 2026. Angka tersebut turun 0,63% dari penutupan sebelumnya.
Data tersebut mencerminkan penutupan sesi terakhir. Bursa Nasdaq belum membuka perdagangan reguler ketika data tersebut tersedia.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Apple mencapai sekitar $4,514 triliun. Nilai tersebut menempatkan Apple sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua secara global.
“Baca Juga: Harga Saham AMD Naik ke $473,25, Analis Bidik $1.250“
Saham Apple Bergerak Stabil Menjelang Pembukaan Bursa
Pergerakan AAPL menunjukkan pelemahan tipis dalam sesi perdagangan terakhir. Harga saham Apple sebelumnya berada di atas level $311.
Data pasar juga menunjukkan rentang perdagangan 52 minggu Apple berada sekitar $224,69 hingga $344,57. Kondisi tersebut menunjukkan saham Apple masih bergerak dekat area atas rentang tahunannya.
Karena itu, investor masih menunggu arah AAPL setelah Nasdaq kembali membuka perdagangan. Pergerakan awal sesi dapat memberikan gambaran baru mengenai sentimen pasar.
Rothschild Redburn Naikkan Target Apple ke $400
Rothschild & Co Redburn memberikan pandangan lebih optimistis terhadap saham Apple. Perusahaan tersebut menaikkan rekomendasi AAPL dari Neutral menjadi Buy.
Selain itu, Rothschild Redburn menaikkan target harga dari $260 menjadi $400. Target tersebut memberikan potensi kenaikan sekitar 29% dari harga $309,35.
Analis menilai ekosistem Apple memiliki sejumlah kekuatan penting. Basis perangkat Apple yang besar menjadi salah satu faktor utama dalam pandangan tersebut.
Selain itu, bisnis Services Apple memiliki margin tinggi. Strategi Apple dalam kecerdasan buatan juga dapat memperkuat ekosistem perusahaan.
Target Analis Apple Masih Terbelah
Pandangan analis Wall Street belum sepenuhnya seragam. Sebagian analis melihat peluang kenaikan, sedangkan lainnya masih mengkhawatirkan valuasi dan margin.
Konsensus dari 39 analis menunjukkan target harga rata-rata sekitar $324,45. Angka tersebut memberikan potensi kenaikan sekitar 4,88% dari harga acuan $309,35.
BofA Securities juga mempertahankan rekomendasi Buy dengan target $380. Sebaliknya, KeyBanc mempertahankan rekomendasi Sell dengan target $250.
Jefferies bahkan menurunkan rekomendasinya menjadi Underperform. Firma tersebut menetapkan target harga sekitar $263,66.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa investor masih menghadapi sejumlah risiko. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan.
Buyback Menjadi Salah Satu Pendukung Saham Apple
Apple juga terus menjalankan program pembelian kembali saham. Program tersebut dapat mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar.
Ketika jumlah saham beredar turun, kepemilikan relatif pemegang saham dapat meningkat. Selain itu, buyback dapat mendukung laba per saham dalam kondisi tertentu.
Namun, investor tetap perlu melihat kinerja bisnis Apple secara menyeluruh. Program buyback saja tidak cukup untuk menentukan arah harga saham dalam jangka panjang.
iPhone Lipat Menjadi Katalis Berikutnya
Apple juga menghadapi perhatian besar menjelang peluncuran iPhone lipat. Produk tersebut dapat membuka peluang pertumbuhan baru bagi lini iPhone.
Sejumlah analis memperkirakan iPhone dapat mencatat pertumbuhan lebih tinggi setelah Apple memasuki pasar ponsel lipat. Produk premium tersebut juga dapat mendorong pengguna melakukan pembaruan perangkat.
Selain itu, Apple terus mengembangkan strategi kecerdasan buatan. Kombinasi produk baru dan perkembangan AI dapat menjadi katalis bagi kinerja perusahaan.
Namun, Apple juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan teknologi tersebut. Investor perlu melihat bagaimana perusahaan mengubah investasi AI menjadi pertumbuhan bisnis.
Apa Artinya bagi Investor?
Harga AAPL saat ini masih berada di bawah target tertinggi sejumlah analis. Rothschild Redburn bahkan menetapkan target $400 untuk saham Apple.
Namun, target analis tidak menjamin harga saham akan mencapai level tersebut. Investor perlu mempertimbangkan risiko, kondisi pasar, dan kinerja keuangan Apple.
Karena itu, lakukan riset mandiri sebelum membeli atau menjual saham. Sesuaikan keputusan investasi dengan tujuan dan toleransi risiko masing-masing.
Disclaimer: Artikel ini hanya menyajikan informasi pasar dan bukan rekomendasi investasi. Harga saham dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Investor dapat mengalami keuntungan maupun kerugian.
“Baca Juga: Bartolomeu Dias dan Sejarah Penemuan Tanjung Harapan“
















