Pronoted.com – Bitcoin masih menjadi perhatian utama investor kripto global. Pada 28 April 2026, harga Bitcoin berada di kisaran $76.795. Nilai tersebut setara sekitar Rp1,32 miliar.
Namun, dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun 2,88%. Meski begitu, pergerakan harian masih tergolong aktif.
Selama periode itu, Bitcoin sempat bergerak di rentang harga harian yang cukup lebar. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar Rp26.503 triliun.
Selain itu, volume perdagangan harian naik 31%. Nilainya menyentuh Rp633,36 triliun. Angka ini menunjukkan minat pasar masih tinggi.
“Baca Juga: Harga Minyak Dunia Hari Ini: Brent dan WTI Fluktuatif“
Michael van de Poppe Yakin Bitcoin Siap Bangkit
Analis kripto terkenal Michael van de Poppe menilai Bitcoin sedang memasuki fase penting. Ia melihat peluang kenaikan besar dalam jangka menengah hingga panjang.
Sebelumnya, Bitcoin turun mendekati $60.000 pada awal Februari. Namun, setelah itu harga memantul kuat dan mengejutkan banyak trader.
Menurut Poppe, kondisi seperti ini sering muncul saat pasar bergerak melawan sentimen umum. Ketika banyak orang ragu, harga justru mulai naik.
Karena itu, ia percaya titik terendah Bitcoin mungkin sudah terlewati.
Indikator Ini Menunjukkan Bitcoin Murah
Poppe juga menyoroti rasio Sharpe. Indikator ini membandingkan risiko dan potensi hasil investasi.
Menurutnya, posisi saat ini mirip dengan fase dasar pasar bearish pada 2015, 2018, dan 2022. Pada periode tersebut, Bitcoin berada di area murah sebelum naik besar.
Artinya, harga sekarang bisa saja masih berada di bawah nilai wajarnya. Jika benar, investor jangka panjang mendapat peluang menarik.
Meski begitu, koreksi singkat masih mungkin terjadi. Namun, arah tren utama masih terlihat positif.
Hubungan Bitcoin dan Emas Kembali Jadi Sorotan
Selain data harga, Poppe juga membahas hubungan antara Bitcoin dan Gold. Menurutnya, dana investor sering berpindah antara dua aset ini.
Biasanya, saat emas naik tajam, Bitcoin tertinggal lebih dulu. Setelah emas melambat, Bitcoin sering mulai mengejar dan bahkan unggul.
Ia menambahkan valuasi Bitcoin terhadap emas kini berada di level rendah. Kondisi serupa pernah muncul dekat dasar pasar sebelumnya.
Karena itu, beberapa investor melihat fase ini sebagai peluang akumulasi.
Level Penting Bitcoin yang Wajib Dipantau
Poppe menilai area $79.000 menjadi batas penting. Jika Bitcoin mampu menembus level itu, momentum naik bisa menguat.
Setelah itu, target berikutnya berada di kisaran $86.000 sampai $95.000. Jika pembeli tetap dominan, harga bisa lanjut ke $110.000 dalam enam bulan.
Di sisi lain, area $73.500 menjadi support utama. Jika level ini bertahan, tren naik masih aman.
Namun, jika harga turun di bawah area itu, Bitcoin bisa menguji level lebih rendah lebih dulu.
Target Akhir 2026 Bisa Tembus $160.000
Berdasarkan pola siklus sebelumnya, Poppe memperkirakan Bitcoin dapat naik 30% sampai 50% setelah dasar harga terkonfirmasi.
Karena itu, ia memasang target besar pada akhir 2026. Menurutnya, Bitcoin berpeluang mencapai $150.000 hingga $160.000.
Jika dihitung ke rupiah saat ini, nilainya mendekati Rp2,6 miliar sampai Rp2,7 miliar per koin.
Angka tersebut juga akan menjadi rekor harga tertinggi baru bagi Bitcoin.
Bitcoin Bisa ATH: Investor Tetap Perlu Waspada
Walau prospeknya menarik, pasar kripto tetap bergerak cepat. Harga bisa naik tajam, namun juga bisa turun mendadak.
Karena itu, investor perlu mengatur risiko dengan baik. Selain itu, lakukan riset mandiri sebelum membeli aset kripto.
Dengan strategi tepat, peluang tetap terbuka. Namun, keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing pengguna.
















