pronoted.com – Pasar kripto menunjukkan tren positif pada Jumat, 10 Juli 2026. Mayoritas aset digital utama mencatat kenaikan setelah tekanan jual mulai mereda. Perbaikan sentimen juga mendorong investor kembali masuk ke pasar meski isu regulasi dan geopolitik masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US$63.131. Harga tersebut naik sekitar 1,60 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga menguat sekitar 2,75 persen.
Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar US$1,26 triliun. Dominasi Bitcoin juga bertahan di kisaran 58 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BTC masih menjadi penggerak utama arah pasar kripto global.
Pemulihan ini melanjutkan tren positif sejak akhir Juni. Saat itu, Bitcoin sempat turun ke kisaran US$58.000 hingga US$59.000 akibat kekhawatiran inflasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Baca Juga: Bitcoin Melemah usai Risalah FOMC Picu Kekhawatiran Pasar“
Ethereum dan Solana Ikut Menguat
Selain Bitcoin, Ethereum juga mencatat kenaikan meski bergerak lebih terbatas. ETH diperdagangkan di sekitar US$1.743 atau naik 0,33 persen dalam sehari. Dalam tujuh hari terakhir, Ethereum mencatat kenaikan sekitar 2,77 persen.
Kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar US$210,43 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset terbesar kedua ini tetap terjaga.
Solana juga bergerak positif. SOL diperdagangkan pada kisaran US$77,95 setelah naik sekitar 0,63 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, secara mingguan Solana masih terkoreksi sekitar 3,28 persen.
Harga SOL masih kesulitan bertahan di atas level US$80. Meski demikian, aktivitas sektor DeFi dan aset dunia nyata berbasis blockchain masih memberikan dukungan terhadap proyek tersebut.
Altcoin Mayoritas Berada di Zona Hijau
Sejumlah altcoin utama juga mengikuti tren penguatan pasar.
BNB naik sekitar 0,31 persen menjadi US$569,04. XRP menguat 0,51 persen ke level US$1,09. TRON bertambah 0,96 persen menjadi US$0,331.
Dogecoin juga mencatat kenaikan harian sekitar 0,95 persen ke level US$0,07. Namun, aset ini masih mencatat penurunan sekitar 1,63 persen dalam sepekan.
Di sisi lain, Cardano melemah tipis sekitar 0,06 persen menjadi US$0,166. Hyperliquid juga turun sekitar 0,32 persen ke level US$67,16.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global mencapai sekitar US$2,17 triliun. Nilai tersebut naik sekitar 1,26 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Arus ETF Bitcoin Mulai Menunjukkan Stabilitas
Pergerakan pasar juga mendapat dukungan dari perubahan arus dana ETF Bitcoin.
Selama Juni, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar dana dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab tekanan terhadap harga Bitcoin.
Memasuki Juli, situasi mulai membaik. Meski iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock masih mencatat arus keluar sekitar US$59 juta pada 8 Juli, investor melihat tanda awal stabilisasi dana institusional.
Selain itu, cadangan Bitcoin dan Ethereum di berbagai bursa kripto turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak pelaku pasar menganggap kondisi tersebut sebagai sinyal positif. Semakin sedikit aset yang tersedia di bursa biasanya menunjukkan tekanan jual mulai berkurang. Namun, beberapa analis mengingatkan bahwa perubahan pola penyimpanan aset institusional juga ikut memengaruhi data tersebut.
Regulasi Masih Menjadi Perhatian Investor
Meski harga bergerak naik, faktor regulasi masih menjadi tantangan besar.
Reserve Bank of India (RBI) kembali meminta pemerintah India memperketat aturan terhadap aset kripto. Bank sentral tersebut mengusulkan larangan kepemilikan dan perdagangan aset kripto oleh bank serta lembaga keuangan.
Hingga kini, India belum menerapkan larangan penuh terhadap perdagangan aset digital. Karena itu, kepastian regulasi masih menjadi perhatian pelaku industri.
Sementara itu, Amerika Serikat juga belum menyelesaikan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act atau Clarity Act.
RUU tersebut masih menghadapi perdebatan mengenai aturan kepemilikan aset digital oleh pejabat pemerintah, perlindungan pengembang DeFi, dan regulasi stablecoin. Investor kini menunggu perkembangan pembahasan karena hasilnya dapat memengaruhi arah pasar dalam beberapa pekan mendatang.
Diversifikasi Tetap Menjadi Strategi Penting
Pergerakan pasar yang mulai membaik kembali membuka peluang bagi investor. Namun, strategi diversifikasi tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Selain Bitcoin dan Ethereum, investor dapat mempertimbangkan aset lain seperti Solana, BNB, XRP, maupun stablecoin seperti USDT dan USDC. Beberapa investor juga memilih aset berbasis emas digital seperti PAX Gold sebagai pelengkap portofolio.
Meski pasar menunjukkan pemulihan, volatilitas masih tinggi. Oleh karena itu, investor sebaiknya tetap melakukan riset, memahami profil risiko, dan mengelola investasi secara bijak sebelum mengambil keputusan.
“Baca Juga: Link Live Streaming Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026“
















