Pronoted.com – Pasar keuangan global menantikan laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk Oktober 2026. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menjadwalkan rilis tersebut pada Jumat, 6 November 2026, pukul 20.30 WIB.
Laporan ini menarik perhatian karena Wall Street mengalami tekanan besar sehari sebelumnya. Pada Kamis, 5 November, Nasdaq anjlok 5,52%, S&P 500 turun 4,36%, dan indeks semikonduktor SOX merosot 12,25%.
Kondisi tersebut membuat investor memantau dampak data tenaga kerja terhadap Bitcoin, emas, dan saham AS. Namun, reaksi pasar tidak hanya bergantung pada angka utama. Selisih antara hasil aktual dan perkiraan ekonom juga menentukan arah pergerakan..
“Baca Juga: Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebab dan Dampaknya“
Apa Itu NFP dan Mengapa Pasar Menunggunya?
Nonfarm Payrolls (NFP) merupakan laporan jumlah pekerjaan baru di AS, di luar sektor pertanian. BLS menerbitkan laporan ini setiap bulan melalui laporan Employment Situation.
Laporan tersebut tidak hanya menyajikan jumlah pekerjaan baru. Investor juga memperhatikan tingkat pengangguran, pertumbuhan upah per jam, dan revisi data sebelumnya.
Jadwal rilis kali ini berlangsung pukul 20.30 WIB. Perubahan waktu tersebut mengikuti kembalinya AS ke waktu standar sejak Minggu, 1 November 2026.
Sebelumnya, laporan NFP pada 2 Oktober 2026 keluar pukul 19.30 WIB. Karena itu, investor perlu memperhatikan perbedaan waktu ketika mengikuti kalender ekonomi.
Perkiraan NFP Oktober dan Kondisi Tenaga Kerja AS
Perkiraan pertumbuhan pekerjaan Oktober berada pada kisaran 59.000 hingga 65.000 posisi.
Konsensus Dow Jones yang dikutip CNBC memperkirakan penambahan 59.000 pekerjaan. Sementara itu, survei Reuters memperkirakan pertumbuhan mencapai 65.000 pekerjaan.
Kedua survei tersebut memperkirakan tingkat pengangguran bertahan pada 4,2%. Namun, sebagian ekonom dalam survei Reuters memperkirakan angka tersebut berpotensi turun menjadi 4,1%.
Pasar juga memperhatikan pertumbuhan upah. Reuters memperkirakan rata-rata upah per jam naik 0,3% secara bulanan.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan September sebesar 0,1%. Sementara itu, pertumbuhan upah tahunan diperkirakan melambat menjadi 2,9%.
Sebagai pembanding, NFP September hanya mencatat pertumbuhan 29.000 pekerjaan. BLS juga merevisi data Juli dan Agustus dengan total pengurangan 60.000 pekerjaan.
ADP dan Klaim Pengangguran Memberikan Sinyal Awal
Dua laporan ekonomi pekan ini memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi tenaga kerja AS.
Pada Rabu, 4 November, ADP melaporkan penambahan 86.000 pekerjaan sektor swasta selama Oktober. Angka tersebut sedikit melampaui perkiraan Dow Jones sebesar 75.000 pekerjaan.
Namun, ADP dan BLS menggunakan metode penghitungan berbeda. Karena itu, hasil ADP tidak selalu sejalan dengan angka NFP.
Selanjutnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penurunan klaim awal tunjangan pengangguran. Angkanya turun 6.000 menjadi 189.000 pada pekan yang berakhir 31 Oktober.
Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan perkiraan sekitar 196.000 klaim. Menurut CNBC, jumlah klaim tersebut menjadi yang terendah sejak Juli.
Wall Street Tertekan, Bitcoin dan Emas Ikut Bergerak
Pasar saham AS mengalami tekanan besar pada Kamis, 5 November 2026. Nasdaq Composite turun 5,52%, sedangkan S&P 500 melemah 4,36%.
Indeks semikonduktor PHLX atau SOX bahkan anjlok 12,25%. CNBC menyebut penurunan tersebut sebagai hari terburuk bagi tiga indeks utama sejak April 2025.
Tekanan terutama muncul pada saham perusahaan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
Pasar kripto juga mengalami pelemahan. Pada Jumat, 6 November pukul 14.24 WIB, Bitcoin berada di sekitar Rp1,37 miliar.
Harga tersebut mencerminkan penurunan 6,01% dalam 24 jam. Sementara itu, Ethereum berada di sekitar Rp40,26 juta setelah melemah 8,05%.
Emas menunjukkan pergerakan berbeda. Harga emas berjangka naik 0,99% pada Kamis menjadi US$4.113,50 per troy ons.
Namun, harga tersebut kemudian terkoreksi ke sekitar US$4.054,90 pada Jumat siang. Pergerakan ini menunjukkan bahwa setiap aset merespons kondisi pasar dengan cara berbeda.
Kebijakan The Fed Menjadi Faktor Penting
Kebijakan Federal Reserve atau The Fed menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi reaksi pasar.
Pada 28 Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Bank sentral AS tersebut juga menyebut inflasi masih berada pada tingkat tinggi.
Dua pejabat, Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack, memilih kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.
Sementara itu, inflasi konsumen AS pada September mencapai 3,7% secara tahunan. Angka tersebut masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Menurut CNBC yang mengutip CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember mencapai sekitar 70%.
Karena itu, hasil NFP dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang kuat berpotensi memperkuat alasan mempertahankan suku bunga tinggi.
Sebaliknya, data yang jauh lebih lemah dapat mengubah perkiraan pasar. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi Bitcoin, emas, dan saham.
Bagaimana Reaksi Pasar dalam Tiga Rilis NFP Terakhir?
Riwayat tiga rilis sebelumnya menunjukkan bahwa hasil NFP dapat memicu reaksi berbeda pada setiap aset.
| Tanggal rilis | Hasil NFP | Bitcoin | Emas | SPY |
|---|---|---|---|---|
| 7 Agustus 2026 | -23.000 vs 85.000 | +1,0% | +2,3% | +0,6% |
| 4 September 2026 | 162.000 vs 55.000 | -2,0% | -1,4% | -0,4% |
| 2 Oktober 2026 | 29.000 vs 89.000 | -0,4% | -1,0% | +0,7% |
Pada rilis Agustus, NFP mencatat hasil jauh di bawah perkiraan. Bitcoin, emas, dan SPY kemudian mengalami kenaikan.
Sebaliknya, hasil NFP September melampaui perkiraan secara signifikan. Ketiga aset tersebut justru mencatat penurunan pada hari rilis.
Namun, reaksi pada Oktober menunjukkan pola berbeda. Bitcoin dan emas melemah, sedangkan SPY justru menguat.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak selalu merespons NFP dengan pola yang sama. Berita ekonomi lain dan kondisi pasar juga dapat memengaruhi pergerakan harga.
Data Inflasi Menjadi Perhatian Berikutnya
Setelah laporan NFP, pasar akan kembali menantikan data inflasi konsumen AS atau CPI.
BLS menjadwalkan rilis CPI Oktober pada Selasa, 10 November 2026, pukul 20.30 WIB. Data tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai arah inflasi AS.
Sementara itu, The Fed akan menggelar rapat kebijakan berikutnya pada 8–9 Desember 2026. Rapat tersebut juga mencakup proyeksi ekonomi terbaru.
Investor dapat memperhatikan empat komponen utama dalam laporan NFP. Pertama, jumlah pekerjaan baru dibandingkan perkiraan 59.000–65.000 posisi.
Kedua, pergerakan tingkat pengangguran dibandingkan perkiraan 4,2%. Ketiga, pertumbuhan upah per jam yang diperkirakan mencapai 0,3%.
Terakhir, investor perlu memperhatikan revisi data Juli dan Agustus. Kombinasi seluruh indikator tersebut dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi tenaga kerja AS.
Meski demikian, data ekonomi tidak menjamin arah pergerakan aset. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.
Catatan: Data harga kripto dan emas mengacu pada Jumat, 6 November 2026 pukul 14.24 WIB. Data indeks saham mengacu pada penutupan Kamis, 5 November 2026. Angka tersebut bukan data real-time.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada pembaca. Kinerja masa lalu suatu aset tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Investasi kripto dan aset keuangan lainnya memiliki risiko tinggi. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna.
“Baca Juga: Peran Indonesia dalam Perang Dingin dan Gerakan Nonblok“

















