Pronoted.com – Harga Pi Network Tertekan, Pasokan Besar Hambat Kenaikan
Harga Pi Network Terus Melemah
Pasar kripto kembali menyoroti pergerakan Pi Network (PI). Harga aset ini turun cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Sejak 27 April 2026, harga PI sudah kehilangan sekitar 19 persen nilainya.
Saat ini, PI diperdagangkan di kisaran Rp2.557 per koin. Penurunan tersebut terjadi meski jaringan baru menyelesaikan beberapa pembaruan penting.
Biasanya, pembaruan sistem dapat meningkatkan minat investor. Namun, kondisi tersebut belum terjadi pada Pi Network. Sebaliknya, harga justru bergerak mendekati titik terendahnya.
Pasokan Koin Baru Membanjiri Pasar
Tekanan terbesar datang dari jumlah koin baru yang terus masuk ke pasar. Pada Mei 2026, jaringan melepas sekitar 64,1 juta PI ke sirkulasi.
Jumlah itu bahkan meningkat pada Juni 2026. Jaringan diperkirakan menambah sekitar 143 juta koin baru ke pasar.
Data Pi Scan menunjukkan tren yang lebih besar. Platform tersebut memperkirakan sekitar 1,77 miliar PI akan masuk ke sirkulasi hingga Mei 2027.
Kondisi ini menciptakan tekanan yang besar terhadap harga. Pasar harus menyerap jutaan koin baru setiap bulan. Sementara itu, permintaan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Akibatnya, harga sulit bergerak naik secara berkelanjutan. Banyak investor juga memilih menunggu sebelum kembali masuk ke pasar.
“Baca Juga: 3 Crypto Terbang Hari Ini, Marlin Melejit 82%“
Pembaruan Protokol Belum Memberikan Dampak Besar
Tim pengembang telah merilis beberapa pembaruan penting. Mereka memperkenalkan protokol 22, 23, dan 24 untuk meningkatkan jaringan.
Meski demikian, pasar belum memberikan respons yang kuat. Harga memang sempat naik setelah pembaruan dirilis. Namun, kenaikan tersebut hanya berlangsung singkat.
Sebagai contoh, harga PI sempat naik dari Rp3.129 menjadi Rp3.558 setelah pembaruan pada 27 April. Akan tetapi, kenaikan itu tidak bertahan lama.
Investor kembali melakukan aksi jual setelah euforia mereda. Akibatnya, harga kembali memasuki tren penurunan.
Situasi serupa terjadi pada pembaruan berikutnya. Harga sempat naik sekitar 6 persen pada 20 Mei. Namun, kenaikan tersebut hanya bertahan beberapa hari sebelum harga kembali turun.
Pola ini menunjukkan bahwa pasar masih membutuhkan faktor yang lebih kuat untuk mendorong kenaikan jangka panjang.
Sentimen Pasar Kripto Masih Lemah
Selain masalah pasokan, sentimen pasar juga memberikan tekanan tambahan. Saat ini, banyak investor masih berhati-hati terhadap aset kripto.
Indeks Fear and Greed berada di angka 25. Angka tersebut menunjukkan tingkat kekhawatiran yang cukup tinggi di kalangan pelaku pasar.
Ketika rasa takut meningkat, investor cenderung menunda pembelian. Sebaliknya, penjual memiliki peluang lebih besar untuk menekan harga.
Kondisi ini membuat PI kesulitan mendapatkan momentum positif. Bahkan, pencatatan PI di bursa besar seperti OKX belum mampu mengubah arah pergerakan harga.
Data historis menunjukkan hasil yang berbeda ketika sentimen membaik. Pada awal Mei, harga PI sempat menguat ketika indeks tersebut bergerak menuju level netral.
Karena itu, banyak pelaku pasar kini menunggu perbaikan sentimen sebelum mengambil keputusan investasi baru.
Area Dukungan Menjadi Fokus Investor
Saat ini, investor memperhatikan area harga penting di kisaran Rp2.360 hingga Rp2.449. Zona tersebut menjadi batas yang berpotensi menahan tekanan jual.
Jika pembeli kembali aktif, harga dapat mencoba bergerak ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, tekanan jual yang berlanjut dapat membawa harga menuju titik terendah baru.
Oleh sebab itu, pergerakan beberapa pekan ke depan akan menjadi perhatian utama komunitas Pi Network.
Faktor Harga Pi Network: Pengembang Siapkan Fitur Baru untuk Jaringan
Di tengah tekanan harga, tim pengembang tetap melanjutkan pengembangan ekosistem. Mereka berencana menghadirkan fitur smart contract secara penuh.
Fitur tersebut memungkinkan pengembang pihak ketiga membuat berbagai aplikasi di dalam jaringan Pi Network.
Jika implementasi berjalan lancar, kegunaan jaringan dapat meningkat. Selain itu, kehadiran aplikasi baru juga berpotensi menarik lebih banyak pengguna.
Meski demikian, pasar masih menunggu realisasi fitur tersebut. Investor ingin melihat manfaat nyata sebelum memberikan respons yang lebih positif.
Untuk saat ini, pasokan koin yang besar dan sentimen pasar yang lemah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga Pi Network.
















