Pronoted.com – Saham Alphabet Inc. (GOOG), induk perusahaan Google, kembali mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026 waktu Amerika Serikat. Harga saham naik 6,88% menjadi US$356,65 setelah sebelumnya sempat melemah akibat respons pasar terhadap laporan keuangan kuartal kedua 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan kepercayaan investor mulai pulih. Meski belanja modal perusahaan meningkat tajam, banyak analis tetap optimistis terhadap prospek bisnis Alphabet, terutama di sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Baca Juga: Bitcoin Habis Ditambang 2140? Ini Dampaknya bagi Investor“
Harga Saham Alphabet Menguat Tajam
Berdasarkan data penutupan perdagangan, saham GOOG naik US$22,97 dibandingkan sesi sebelumnya yang berada di level US$333,68.
Selama perdagangan berlangsung, harga bergerak dalam kisaran US$339,16 hingga US$358,88. Dengan pencapaian tersebut, kapitalisasi pasar Alphabet kembali mencapai sekitar US$4,35 triliun.
Karena bursa Amerika Serikat masih tutup hingga Senin siang waktu Indonesia, harga tersebut masih menjadi acuan terakhir sebelum perdagangan pekan baru dimulai.
Penguatan ini sekaligus melanjutkan proses pemulihan setelah saham Alphabet sempat mengalami tekanan pasca laporan keuangan kuartal kedua.
Belanja AI Naik, Pendapatan Tetap Bertumbuh
Laporan keuangan terbaru menunjukkan Alphabet mencatat pendapatan sebesar US$119,8 miliar pada kuartal kedua 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar 24,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan terbesar berasal dari Google Cloud. Unit bisnis tersebut membukukan pendapatan sekitar US$24,77 miliar, atau naik 82% secara tahunan.
Meski kinerja operasional tergolong kuat, investor sempat khawatir terhadap lonjakan belanja modal perusahaan.
Alphabet memproyeksikan belanja modal tahun 2026 mencapai US$195 miliar hingga US$205 miliar. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk memperluas pusat data dan memperkuat infrastruktur AI.
Selain itu, arus kas bebas perusahaan berubah menjadi negatif sekitar US$5,86 miliar, sehingga memicu aksi jual sesaat setelah laporan keuangan dirilis.
Google Cloud Menjadi Mesin Pertumbuhan
Banyak analis menilai investasi besar tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Alphabet di industri AI.
Google Cloud menjadi salah satu pendorong utama optimisme pasar. Backlog kontrak layanan cloud dilaporkan mencapai sekitar US$514 miliar, sementara margin operasional bisnis tersebut meningkat signifikan.
Perbaikan margin menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan tidak hanya berasal dari peningkatan pelanggan, tetapi juga dari efisiensi operasional.
Meski arus kas diperkirakan tetap tertekan dalam beberapa kuartal mendatang, banyak analis menilai investasi tersebut akan menghasilkan pertumbuhan jangka panjang.
Analis Tetap Rekomendasikan Saham Alphabet
Sejumlah analis Wall Street tetap mempertahankan rekomendasi positif terhadap saham Alphabet.
Laporan terbaru menunjukkan konsensus analis masih memberikan peringkat Strong Buy untuk GOOG.
Salah satu analis, John Blackledge dari Cowen, bahkan mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga US$475 per saham.
Ia memperkirakan Google Cloud akan terus menjadi sumber pertumbuhan utama. Selain itu, pendapatan dari layanan AI diprediksi meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Bisnis iklan Google Search dan YouTube juga diperkirakan tetap tumbuh sehingga mampu menopang pendapatan perusahaan.
Investasi AI Dinilai Jadi Kunci Masa Depan
Alphabet terus meningkatkan investasi pada infrastruktur AI untuk memperkuat daya saingnya.
Perusahaan membangun pusat data baru, memperluas kapasitas komputasi, dan mengembangkan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan.
Strategi tersebut memang meningkatkan biaya dalam jangka pendek. Namun, banyak pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang lebih besar pada masa depan.
Karena alasan itu, sebagian analis menganggap koreksi harga saham beberapa waktu lalu sebagai peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.
Prospek Saham Alphabet Masih Positif
Penguatan saham GOOG menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek Alphabet mulai kembali.
Pertumbuhan Google Cloud, ekspansi bisnis AI, serta dukungan analis menjadi faktor utama yang mendorong optimisme pasar.
Walaupun belanja modal meningkat dan arus kas masih menghadapi tekanan, banyak pengamat menilai strategi investasi Alphabet akan memperkuat posisi perusahaan di industri teknologi global.
Apabila pertumbuhan bisnis AI dan layanan cloud terus berlanjut, saham Alphabet berpeluang mempertahankan tren positif dalam beberapa kuartal mendatang.
“Baca Juga: Indonesia vs Vietnam: Herdman Siap Hadapi Ujian Terbesar“
















