pronoted.com – Pendiri sekaligus Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, kembali menegaskan target harga saham preferen STRC. Melalui unggahan di platform X pada 1 Juli 2026, ia menyatakan perusahaan tetap menargetkan harga STRC berada di kisaran 99 hingga 100 dolar AS.
Pernyataan tersebut muncul setelah STRC mulai pulih dari titik terendahnya. Sebelumnya, saham itu sempat turun hingga 71,25 dolar AS pada 26 Juni 2026.
Kini, harga STRC bergerak naik ke sekitar 87,46 dolar AS. Meski begitu, nilainya masih berada sekitar 13 dolar AS di bawah target yang ditetapkan perusahaan.
“Baca Juga: Prediksi AS vs Belgia: Duel Sengit Menuju Perempat Final“
Strategy Naikkan Dividen STRC Menjadi 12 Persen
Strategy memperkenalkan kebijakan baru bernama Digital Credit Capital Framework pada 29 Juni 2026.
Melalui kebijakan tersebut, perusahaan menaikkan dividen tahunan STRC dari 11,5 persen menjadi 12 persen. Kenaikan ini berlaku untuk periode dividen dengan tanggal pencatatan mulai 1 Juli 2026.
Selain menaikkan dividen, Strategy juga menyiapkan cadangan dana sekitar 2,55 miliar dolar AS. Dana tersebut bertujuan menjaga kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran dividen dan bunga utang.
Perusahaan juga mengalokasikan program pembelian kembali saham preferen hingga 1 miliar dolar AS. Strategy turut menyiapkan buyback saham biasa MSTR dengan nilai yang sama.
Selain itu, perusahaan membuka peluang monetisasi Bitcoin hingga 1,25 miliar dolar AS. Nilai tersebut masih berada di bawah 2,5 persen dari total kepemilikan sekitar 847.363 Bitcoin.
Strategy Tetap Evaluasi Kebijakan Dividen
Strategy menegaskan bahwa kenaikan dividen bukan kebijakan otomatis.
Perusahaan akan meninjau besaran dividen setiap bulan. Manajemen akan mempertimbangkan harga STRC, pergerakan Bitcoin, kondisi pasar kredit, dan situasi pasar modal sebelum mengambil keputusan.
Pendekatan tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi pasar.
Michael Saylor Gunakan Momentum Rebound
Unggahan Michael Saylor juga memiliki tujuan komunikasi kepada investor.
Isi unggahan tersebut mengulang pernyataan yang sebelumnya muncul dalam pengumuman resmi perusahaan. Namun, waktu publikasinya bertepatan dengan pemulihan harga STRC.
Melalui langkah itu, Strategy ingin menunjukkan bahwa kebijakan dividen dan kerangka permodalan baru mulai memberikan dampak positif.
Meski demikian, harga STRC masih belum mencapai target 99 hingga 100 dolar AS.
Kritik terhadap Model Bisnis Strategy Masih Bermunculan
Sebagian pelaku pasar masih mempertanyakan strategi pembiayaan perusahaan.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, sebelumnya mengkritik penurunan harga STRC. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan kelemahan model pembiayaan Strategy.
Selain itu, firma hukum Rosen Law Firm juga dikabarkan mulai melakukan investigasi terkait keterbukaan informasi perusahaan.
Situasi tersebut membuat sebagian investor tetap bersikap hati-hati.
Harga Bitcoin Tetap Menjadi Faktor Utama
Pergerakan STRC masih bergantung pada harga Bitcoin.
Strategy menjadikan Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangannya. Karena itu, perubahan harga Bitcoin akan memengaruhi kemampuan perusahaan menjaga nilai STRC.
Program buyback maupun cadangan dana juga bergantung pada fleksibilitas perusahaan dalam mengelola kepemilikan Bitcoin.
Jika harga Bitcoin terus menguat, Strategy memiliki ruang yang lebih besar untuk memperkuat posisi keuangannya. Sebaliknya, pelemahan Bitcoin dapat membatasi langkah perusahaan dalam mendukung harga STRC.
Investor Perlu Memantau Perkembangan STRC
Target harga 99 hingga 100 dolar AS menunjukkan optimisme manajemen terhadap STRC.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan harga Bitcoin, kebijakan dividen, dan kondisi pasar keuangan secara keseluruhan.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan keberhasilan Strategy dalam mengembalikan STRC menuju target yang telah ditetapkan sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap strategi treasury berbasis Bitcoin.
“Baca Juga: Prediksi AS vs Belgia: Duel Sengit Menuju Perempat Final“
















