pronoted.com – Strategy atau yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy memperkenalkan kerangka kerja modal digital baru. Perusahaan mengambil langkah tersebut setelah harga sahamnya mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Meski saham MSTR turun lebih dari 8 persen hingga ke level 84,68 dolar AS, sejumlah analis masih melihat peluang pertumbuhan yang besar. Mereka menilai strategi baru ini dapat memperkuat kondisi keuangan perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.952 per Dolar AS“
Benchmark Tetap Optimistis terhadap Saham MSTR
Benchmark Equity Research mempertahankan rekomendasi positif untuk saham MSTR. Analis Mark Palmer tetap memasang target harga sebesar 570 dolar AS.
Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan lebih dari 500 persen dibandingkan harga penutupan terakhir.
Palmer menilai strategi modal baru memberi ruang lebih luas bagi manajemen dalam mengelola kondisi keuangan perusahaan.
Selain itu, perusahaan dapat menerbitkan surat berharga ketika pasar mendukung. Perusahaan juga dapat membeli kembali saham saat valuasi dianggap menarik.
Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
Perusahaan Siapkan Dana Besar untuk Menjaga Stabilitas
Strategy juga menyiapkan cadangan dana sekitar 2,55 miliar dolar AS. Dana tersebut cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen hingga sekitar 17,4 bulan.
Selain itu, perusahaan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai 1 miliar dolar AS.
Manajemen juga menyiapkan pembelian kembali saham preferen dengan nilai yang sama.
Program tersebut mencakup beberapa jenis saham preferen, yaitu STRC, STRF, STRD, dan STRK.
Melalui langkah ini, perusahaan ingin mengurangi tekanan terhadap struktur modal sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Penjualan Bitcoin Tetap Terbatas
Dewan direksi juga memberi izin untuk menjual Bitcoin hingga 1,25 miliar dolar AS.
Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari total kepemilikan perusahaan yang mencapai sekitar 847.363 BTC.
Benchmark menilai kekhawatiran investor mengenai aksi jual besar-besaran Bitcoin masih berlebihan.
Perusahaan tetap mempertahankan sebagian besar aset kriptonya sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Karena itu, analis menilai kebijakan baru ini tidak akan mengubah arah bisnis secara signifikan.
Target Harga Analis Masih Beragam
Di sisi lain, TD Cowen tetap memberikan rekomendasi beli untuk saham MSTR.
Namun, perusahaan riset tersebut memangkas target harga dari 400 dolar AS menjadi 260 dolar AS.
Penyesuaian itu muncul karena proyeksi harga Bitcoin yang lebih rendah.
Meski demikian, target tersebut masih menawarkan potensi kenaikan lebih dari 200 persen dari harga saat ini.
Sementara itu, Canaccord Genuity juga menurunkan target harga MSTR dari 163 dolar AS menjadi 130 dolar AS.
Perusahaan tetap mempertahankan rekomendasi beli karena masih melihat prospek jangka panjang yang positif.
Menurut Canaccord, model bisnis Strategy sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin.
Ketika harga Bitcoin naik, perusahaan dapat memperbesar nilai aset dengan lebih cepat.
Sebaliknya, saat harga Bitcoin melemah, tekanan terhadap saham perusahaan ikut meningkat.
Strategi Baru Hadapi Risiko Dilusi
Peluncuran kerangka kerja modal baru terjadi setelah harga saham MSTR turun sekitar 30 persen dalam sepekan.
Nilai pasar perusahaan bahkan sempat berada di bawah nilai kepemilikan Bitcoin yang dimiliki.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap struktur pendanaan perusahaan.
Melalui kebijakan baru, manajemen dapat menghentikan penerbitan saham ketika harga pasar tidak mencerminkan nilai aset perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga memiliki keleluasaan untuk membeli kembali saham maupun saham preferen saat kondisi pasar mendukung.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penurunan nilai kepemilikan investor.
Fokus Jaga Kepercayaan Investor
Saham preferen STRC kini menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Instrumen tersebut dirancang agar memiliki pergerakan yang lebih stabil dibandingkan saham biasa.
Namun, penurunan harga STRC memunculkan kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dividen.
Karena itu, Strategy berupaya memperkuat struktur modal melalui kebijakan yang lebih fleksibel.
Perusahaan berharap strategi baru ini dapat menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di tengah tingginya volatilitas pasar kripto.
“Baca Juga: Prediksi Argentina vs Cape Verde: Messi Bidik 16 Besar“


















