Pronoted.com – Harga saham Advanced Micro Devices (AMD) kembali menguat pada perdagangan terakhir Bursa Nasdaq.
Saham AMD ditutup pada level US$470,72 pada Senin, 31 Agustus 2026 waktu New York.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan 1,10 persen atau US$5,14 dari penutupan sebelumnya.
Pada sesi sebelumnya, AMD mengakhiri perdagangan pada level US$465,58.
Sementara itu, harga saham AMD bergerak dalam rentang US$463,68 hingga US$475,81.
Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas yang masih cukup tinggi pada saham perusahaan semikonduktor tersebut.
“Baca Juga: Saham Amazon Turun 2,5% ke US$259,77 Hari Ini“
Kapitalisasi Pasar AMD Capai US$768,44 Miliar
Kenaikan harga saham turut meningkatkan nilai pasar AMD hingga sekitar US$768,44 miliar.
Data CompaniesMarketCap.com menempatkan AMD pada peringkat ke-19 perusahaan paling bernilai di dunia.
Selain itu, saham AMD mencatat kenaikan sekitar 191 persen dalam satu tahun terakhir.
Kinerja tersebut memperlihatkan tingginya minat investor terhadap prospek bisnis AMD.
Terutama, investor melihat peluang AMD dalam perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI.
Pasar juga terus memperhatikan kemampuan AMD dalam memenuhi permintaan chip untuk kebutuhan AI.
Target Harga AMD Capai US$629
Analisis 24/7 Wall St. memberikan target harga AMD sebesar US$629,60.
Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 31 persen dari level US$479,18.
Analisis tersebut juga memberikan rekomendasi Buy dengan tingkat keyakinan mencapai 90 persen.
Salah satu faktor utama berasal dari perkembangan sistem rak AI Helios milik AMD.
AMD mengembangkan Helios untuk mendukung kebutuhan komputasi AI dalam skala besar.
Selain itu, Anthropic berkomitmen menggunakan 2 gigawatt GPU MI450 dari AMD.
AMD juga menjalin kesepakatan dengan OpenAI dan Meta untuk memperluas bisnis AI.
Karena itu, perkembangan Helios menjadi salah satu perhatian utama investor AMD.
Bisnis Pusat Data Jadi Pendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan bisnis pusat data juga memperkuat optimisme terhadap AMD.
AMD mencatat pendapatan kuartal kedua sebesar US$6,72 miliar.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 107 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selanjutnya, manajemen AMD memperkirakan pendapatan kuartal ketiga mencapai sekitar US$13 miliar.
Proyeksi tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 41 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut memperlihatkan kuatnya permintaan terhadap produk AMD untuk pusat data.
Selain itu, AMD memiliki margin kotor non-GAAP sekitar 56 persen.
Angka tersebut lebih tinggi daripada margin Intel yang berada di kisaran 35 persen.
Karena itu, analis menilai AMD memiliki alasan kuat untuk mendapatkan valuasi premium.
Skenario Bull AMD Bisa Tembus US$653
24/7 Wall St. juga menyiapkan skenario optimistis untuk pergerakan saham AMD.
Dalam skenario tersebut, target harga AMD dapat mencapai US$653,56 dalam satu tahun.
Target itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 36 persen dari level acuan.
Skenario tersebut membutuhkan pertumbuhan kuat pada bisnis pusat data AMD.
Analis memperkirakan pendapatan pusat data dapat meningkat dua kali lipat pada 2027.
Selain itu, pasar akselerator AI global perlu tumbuh sesuai proyeksi perusahaan.
AMD memperkirakan pasar tersebut dapat mencapai US$1,4 triliun pada 2030.
Jika pertumbuhan tersebut terjadi, saham AMD bahkan berpotensi melewati US$1.000 dalam lima tahun.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko sebelum mengambil keputusan.
Valuasi Tinggi Jadi Risiko Saham AMD
Saham AMD saat ini memiliki valuasi yang cukup tinggi.
AMD diperdagangkan sekitar 121 kali laba historis dan 64 kali estimasi laba mendatang.
Valuasi tersebut membuat saham AMD rentan mengalami tekanan ketika pertumbuhan melambat.
Selain itu, kebijakan ekspor chip ke China juga dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
Pembatasan sebelumnya membuat AMD menanggung biaya inventaris sekitar US$440 juta pada tahun fiskal 2025.
Karena itu, investor perlu memperhatikan kebijakan perdagangan dan perkembangan bisnis China.
Dalam skenario pesimistis, analis menempatkan target saham AMD sekitar US$481,01.
Target tersebut hanya memberikan ruang kenaikan terbatas dari harga saat ini.
Helios Menjadi Kunci Pergerakan Saham AMD
Keberhasilan AMD menjalankan Helios menjadi faktor penting bagi prospek saham perusahaan.
AMD perlu menjaga jadwal pengembangan dan pengiriman produk tersebut hingga akhir 2026.
Perusahaan juga perlu memenuhi permintaan pelanggan besar seperti Anthropic, OpenAI, dan Meta.
Jika AMD berhasil memenuhi target tersebut, investor berpotensi mempertahankan optimisme terhadap sahamnya.
Namun, keterlambatan produksi atau perubahan permintaan dapat meningkatkan tekanan terhadap harga saham.
Karena itu, investor perlu mengikuti laporan keuangan dan perkembangan bisnis AMD secara berkala.
Pada akhirnya, prospek AMD masih bergantung pada pertumbuhan bisnis AI dan kemampuan perusahaan mengeksekusi strateginya.
Kinerja saham sebelumnya juga tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.
Investor perlu melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Sejarah ANZUS: Latar Belakang, Anggota, dan Tujuannya“
















