Pronoted.com – Harga saham Amazon.com Inc. (AMZN) turun 2,50% menjadi US$259,77 pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.
Perdagangan tersebut berlangsung di Bursa Nasdaq waktu New York. Sementara itu, pasar Amerika Serikat belum membuka sesi berikutnya pada Selasa, 1 September 2026 WIB.
Amazon sebelumnya menutup perdagangan pada US$266,43. Dengan demikian, saham AMZN kehilangan US$6,66 dalam satu sesi perdagangan.
Sepanjang perdagangan, saham Amazon bergerak pada rentang US$257,15 hingga US$264,36. Meski turun, kapitalisasi pasar Amazon masih mencapai sekitar US$2,80 triliun.
“Baca Juga: Harga XRP Hari Ini Naik 1,22%, Ini Prospeknya di September“
Saham AMZN Tertekan Sentimen Gugatan FTC
Penurunan saham Amazon muncul setelah kabar mengenai rencana gugatan Federal Trade Commission (FTC).
Menurut laporan Benzinga, FTC menyiapkan gugatan terkait praktik periklanan Amazon. Regulator Amerika Serikat menuding Amazon memengaruhi harga iklan melalui sistem lelang.
FTC menyoroti mekanisme bernama “soft reserve” dalam sistem lelang iklan Amazon. Amazon diduga menggunakan mekanisme tersebut sejak 2018 tanpa mengungkapkannya kepada penjual.
Menurut tuduhan tersebut, mekanisme itu memengaruhi sebagian besar lelang iklan Amazon. Praktik tersebut juga diduga meningkatkan biaya iklan bagi penjual.
FTC bahkan memperkirakan mekanisme itu menaikkan biaya per klik hingga 50% pada periode belanja tertentu. Lebih dari 20 jaksa agung negara bagian AS kabarnya akan bergabung dalam gugatan tersebut.
Namun, kabar hukum tersebut belum mengubah pandangan sejumlah analis terhadap bisnis utama Amazon. Mereka masih melihat prospek AWS dan bisnis kecerdasan buatan sebagai pendorong pertumbuhan.
Analis Tetap Optimistis terhadap Prospek AWS
Analis Rosenblatt, Scott Devitt, mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham Amazon. Ia juga menetapkan target harga saham AMZN sebesar US$335.
Devitt memperkirakan AWS dapat mencatat pertumbuhan 45% pada akhir 2026. Angka tersebut berada di atas perkiraan konsensus pasar sebesar 38%.
Selain itu, Devitt memperkirakan pendapatan AWS dapat mencapai US$335 miliar pada 2028. Ia juga melihat peluang besar dari kebutuhan infrastruktur AI.
Menurut Devitt, investor masih kurang menghargai potensi bisnis AI Amazon. Karena itu, ekspansi AWS dapat menjadi katalis penting bagi kinerja Amazon.
Sementara itu, analis Citizens, Andrew Boone, memberikan rating Market Outperform. Ia juga menetapkan target harga Amazon sebesar US$315.
Boone melihat pertumbuhan mitra AI seperti OpenAI dan Anthropic sebagai sinyal positif. Menurutnya, permintaan layanan cloud masih memiliki ruang pertumbuhan.
Ia juga menilai kekhawatiran mengenai kelebihan kapasitas cloud belum memiliki dasar kuat. Karena itu, Boone tetap melihat peluang pertumbuhan AWS dalam beberapa tahun mendatang.
Kapitalisasi Pasar Amazon Tetap Besar
Meskipun saham AMZN mengalami koreksi, Amazon masih mempertahankan kapitalisasi sekitar US$2,80 triliun.
Nilai tersebut menempatkan Amazon sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Posisi tersebut juga menunjukkan besarnya skala bisnis Amazon.
Koreksi saham kali ini lebih banyak mencerminkan sentimen berita. Sejumlah analis belum melihat perubahan besar pada prospek fundamental perusahaan.
Investor kini akan mencermati perkembangan gugatan FTC. Selain itu, mereka juga akan memperhatikan kinerja AWS dan strategi AI Amazon.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Pergerakan saham Amazon menunjukkan bahwa sentimen hukum dapat memengaruhi harga saham dalam waktu singkat. Namun, investor tetap perlu melihat kondisi bisnis secara menyeluruh.
Prospek AWS menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan. Pertumbuhan kebutuhan AI juga dapat meningkatkan permintaan terhadap layanan cloud Amazon.
Di sisi lain, proses hukum FTC dapat memberikan tekanan tambahan terhadap perusahaan. Perkembangan kasus tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor dalam beberapa waktu mendatang.
Dengan demikian, saham AMZN menghadapi dua sentimen yang berbeda. Tekanan regulasi muncul di satu sisi, sedangkan prospek AWS dan AI memberikan dukungan di sisi lain.
Investor sebaiknya mempertimbangkan risiko dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan harga saham juga dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan berita terbaru.
Disclaimer: Artikel ini hanya menyajikan informasi dan bukan rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan secara mandiri.
“Baca Juga: Sejarah SAARC: Latar Belakang, Anggota, dan Tujuannya“
















