Pronoted.com – Harga XRP menunjukkan penguatan pada Selasa, 1 September 2026. Berdasarkan data Pintu Market, XRP berada di kisaran Rp24.312 per koin.
Harga tersebut setara sekitar US$1,37 dengan kurs Rp17.725 per dolar AS. XRP menguat 1,22 persen dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut melanjutkan pemulihan XRP sepanjang Agustus 2026. XRP bahkan mencatat kenaikan bulanan sebesar 28,5 persen pada periode tersebut.
“Baca Juga: Michael Burry Soroti Saham Alibaba untuk Pendanaan AI“
Harga dan Pergerakan XRP Hari Ini
Data Pintu Market mencatat kapitalisasi pasar XRP sekitar Rp1.528 triliun. Sementara itu, volume perdagangan XRP mencapai Rp32,8 triliun dalam 24 jam.
XRP memiliki suplai beredar sekitar 62,74 miliar koin. Total suplai maksimum XRP mencapai 100 miliar koin.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga XRP | Rp24.312 |
| Harga XRP dalam USD | US$1,37 |
| Perubahan 24 Jam | +1,22% |
| Kapitalisasi Pasar | Rp1.528 Triliun |
| Volume 24 Jam | Rp32,8 Triliun |
| Suplai Beredar | 62,74 Miliar XRP |
| Suplai Maksimum | 100 Miliar XRP |
Meskipun XRP mencatat kenaikan besar pada Agustus, momentum tersebut mulai melambat. Data on-chain juga menunjukkan munculnya aksi ambil untung dari sebagian investor.
CLARITY Act Jadi Perhatian Investor XRP
Selain pergerakan harga, investor juga memantau perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Salah satu perhatian utama mengarah pada RUU CLARITY Act.
Senat AS menjadwalkan pemungutan suara cloture pada 15 September 2026. RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara untuk melanjutkan proses pengesahan.
Galaxy Research memperkirakan peluang pengesahan RUU tersebut hanya sekitar 10 persen. Namun, keberhasilan regulasi dapat memberikan sentimen positif bagi XRP.
Menurut perkiraan tersebut, XRP berpotensi bergerak menuju US$1,50 hingga US$2 jika regulasi berhasil lolos.
Arus Dana ETF XRP Mulai Melambat
Selain regulasi, investor juga memantau arus dana ETF XRP. Data menunjukkan ETF XRP telah menerima akumulasi dana sekitar US$1,51 miliar sejak November 2025.
Namun, arus dana tersebut melemah sepanjang Agustus 2026. ETF XRP hanya mencatat tambahan sekitar US$3,27 juta pada periode tersebut.
Penurunan arus dana menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati. Karena itu, pasar membutuhkan katalis baru untuk mempertahankan momentum kenaikan XRP.
Kemitraan Ripple Belum Banyak Menggerakkan XRP
Ripple terus memperluas bisnis pembayaran melalui sejumlah kerja sama pada 2026. Perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan Deutsche Bank, JPMorgan, dan Mastercard.
Ripple juga memperoleh lisensi CASP dan EMI di Uni Eropa. Namun, perkembangan tersebut belum memberikan dorongan besar terhadap harga XRP.
Pasar membedakan bisnis Ripple dengan kebutuhan terhadap token XRP. Tidak semua layanan Ripple membutuhkan pembelian XRP dalam jumlah besar.
Karena itu, kabar kerja sama Ripple tidak selalu langsung mendorong kenaikan harga XRP.
XRP Catat Kenaikan 28,5 Persen pada Agustus
XRP mencatat kinerja kuat sepanjang Agustus 2026. Harga XRP naik sekitar 28,5 persen selama satu bulan.
Kenaikan tersebut menjadi performa bulanan terbaik XRP sejak 2021. Namun, sebagian besar kenaikan muncul pada dua pekan terakhir Agustus.
Arus dana ETF XRP juga meningkat pada periode tersebut. ETF XRP spot AS mencatat arus masuk sekitar US$153,55 juta sepanjang Agustus.
Sekitar US$150,28 juta masuk dalam dua pekan terakhir. Data tersebut menunjukkan pembeli baru muncul ketika reli mulai menguat.
September Bisa Menguji Momentum XRP
Investor kini menghadapi tantangan baru pada September. Data historis menunjukkan XRP sering bergerak berlawanan dengan kinerja Agustus.
Dalam tujuh dari delapan tahun terakhir, XRP menunjukkan pola tersebut. Pada 2020 dan 2021, XRP naik pada Agustus sebelum turun pada September.
XRP masing-masing mencatat penurunan 14 persen dan 19,6 persen pada dua periode tersebut. Namun, pola historis tidak menjamin pergerakan XRP pada September 2026.
Investor juga perlu memperhatikan aktivitas pemegang XRP dalam beberapa bulan terakhir. Data HODL Waves menunjukkan sebagian pemegang mulai mengambil keuntungan.
Porsi suplai dari pemegang tiga hingga enam bulan turun dari 6,41 persen menjadi 5,76 persen. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian investor mulai merealisasikan keuntungan.
Level Harga Penting XRP
Area US$1,34 hingga US$1,36 kini menjadi salah satu wilayah penting bagi XRP. Investor dapat memperhatikan area tersebut sebagai support harga.
Sementara itu, XRP perlu menembus US$1,69 untuk memperkuat sinyal kenaikan. Level tersebut mencerminkan harga tertinggi XRP selama Agustus.
Jika XRP mampu menembus level tersebut, pasar dapat melihat peluang kenaikan lanjutan. Namun, tekanan jual dapat meningkat jika XRP gagal mempertahankan support.
The Fed Jadi Katalis Berikutnya
Selain perkembangan XRP, investor juga menunggu keputusan bank sentral Amerika Serikat. The Federal Reserve akan menggelar pertemuan pada 15-16 September 2026.
Keputusan The Fed dapat memengaruhi sentimen pasar aset berisiko. Karena itu, investor XRP perlu memperhatikan arah kebijakan suku bunga.
Untuk saat ini, XRP masih mempertahankan momentum positif setelah reli besar pada Agustus. Namun, investor tetap perlu memperhatikan aksi ambil untung, arus ETF, regulasi, dan kondisi pasar global.
Pergerakan XRP pada September akan menunjukkan apakah pembeli baru mampu mempertahankan tren kenaikan. Sebaliknya, tekanan jual dapat meningkat jika momentum Agustus kehilangan tenaga.
Disclaimer: Aset kripto memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Investor perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi. Jangan gunakan dana yang tidak siap Anda risikokan.
“Baca Juga: Modul Ajar Deep Learning Sejarah SMA Kelas X-XII“
















