Pronoted.com – Harga AI Rig Complex (ARC) melonjak pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026. Data Pintu Market pukul 09.35 WIB menunjukkan harga ARC mencapai Rp1.129 per token. Nilai tersebut setara US$0,0626 dengan kurs Rp18.048 per dolar AS.
Dalam 24 jam terakhir, ARC mencatat kenaikan sebesar 26,36%. Pergerakan tersebut menempatkan ARC di posisi teratas daftar Top Gainers Pintu Market pagi ini.
Harga AI Rig Complex Hari Ini, 22 Oktober 2026
Berdasarkan data Pintu Market, ARC bergerak dalam rentang Rp872,3 hingga Rp1.156 selama 24 jam terakhir. Harga saat ini juga mendekati batas tertinggi dalam rentang tersebut.
“Baca Juga: Arus Dana Institusi Kripto: Bitcoin, Ethereum, Solana“
Berikut rincian harga dan metrik pasar ARC pada Kamis, 22 Oktober 2026.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Harga dalam USD | US$0,0626 |
| Harga dalam rupiah | Rp1.129 |
| Perubahan 24 jam | +26,36% |
| Rentang harga 24 jam | Rp872,3–Rp1.156 |
| Kapitalisasi pasar | Rp1,13 triliun |
| Volume perdagangan global 24 jam | Rp227,01 miliar |
| Suplai beredar | 999.982.057 ARC |
| Suplai maksimum | 1.000.000.000 ARC |
Selain kenaikan harga, ARC juga mencatat aktivitas perdagangan yang cukup besar. Volume perdagangan globalnya mencapai Rp227,01 miliar dalam 24 jam. Angka tersebut setara sekitar US$12,6 juta atau kurang lebih 20% dari kapitalisasi pasarnya.
Sementara itu, suplai beredar ARC sudah mencapai 999.982.057 token. Jumlah tersebut hampir menyentuh batas maksimum satu miliar token.
Dengan demikian, hanya sedikit token yang belum beredar. Kondisi ini membatasi potensi tekanan jual yang berasal dari pelepasan token baru. Namun, faktor suplai saja tidak cukup untuk menentukan arah harga selanjutnya.
AI Rig Complex sendiri merupakan kerangka kerja sumber terbuka untuk membangun agen kecerdasan buatan atau AI. Proyek ini menghubungkan pengembangan agen AI dengan teknologi blockchain.
Aktivitas Pasar Futures Mendorong Kenaikan ARC
Hingga artikel ini disusun, belum ada pengumuman resmi yang menjelaskan penyebab langsung kenaikan ARC. Meski begitu, data pasar derivatif memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan yang menyertai lonjakan tersebut.
Mengutip data CoinGlass dalam naskah sumber, ARC menguat sekitar 26,5% dalam 24 jam. Harganya mencapai kisaran US$0,0634.
Pada periode yang sama, volume perdagangan kontrak berjangka atau futures mencapai sekitar US$62,4 juta. Sebaliknya, volume perdagangan di pasar spot hanya sekitar US$1,53 juta.
Perbedaan tersebut menunjukkan aktivitas futures jauh lebih besar daripada perdagangan spot. Karena itu, lonjakan ARC kemungkinan mendapat dorongan kuat dari aktivitas perdagangan kontrak berjangka.
CoinGlass juga mencatat open interest ARC sekitar US$23,55 juta. Sementara itu, total likuidasi hanya mencapai sekitar US$47 ribu.
Data tersebut memberikan gambaran aktivitas pasar, tetapi belum membuktikan satu penyebab pasti di balik kenaikan harga. Oleh karena itu, investor tetap perlu mencermati perubahan volume dan pergerakan harga.
Data Binance turut menunjukkan penguatan ARC. Harga token tersebut naik sekitar 23% menuju US$0,0624, dengan rentang harian US$0,0488 hingga US$0,0644.
Meskipun demikian, harga ARC masih berada di bawah level akhir Februari 2026. Menurut laporan MEXC News yang disebutkan dalam naskah sumber, ARC sempat menyentuh kisaran US$0,116 saat itu.
Dengan harga saat ini, ARC masih sekitar 46% lebih rendah dibandingkan level tersebut.
Pemulihan Pasar Crypto Ikut Mewarnai Pergerakan ARC
Kenaikan ARC berlangsung bersamaan dengan pemulihan pasar kripto secara umum. Menurut laporan The Motley Fool yang dirujuk dalam naskah sumber, Bitcoin naik sekitar 2,4% menuju US$84.489 pada 21 Oktober 2026.
Pada periode yang sama, Solana menguat sekitar 1,9% menuju US$108. Solana menjadi jaringan penting bagi ARC dalam konteks ekosistem blockchain yang disebutkan sumber.
Laporan tersebut juga menyoroti aktivasi peningkatan jaringan Solana bernama Alpenglow. Namun, naskah sumber tidak menunjukkan hubungan langsung antara peningkatan jaringan itu dan lonjakan harga ARC.
Sementara itu, blog pasar Nexo memperkirakan kapitalisasi pasar kripto global mencapai sekitar US$2,8 triliun. Meski pasar menguat, open interest secara keseluruhan masih berada di bawah puncak sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan reli pasar belum tentu mencerminkan masuknya dana baru dalam jumlah besar. Karena itu, kenaikan harga ARC perlu dilihat bersama kondisi pasar dan aktivitas perdagangan.
Ekosistem Agen AI Menjadi Bagian dari Fundamental ARC
Selain pergerakan pasar, ekosistem AI menjadi bagian penting dari proyek AI Rig Complex. Proyek ini berfokus pada pengembangan agen AI yang dapat beroperasi melalui infrastruktur blockchain.
Menurut artikel edukasi BingX yang dirujuk dalam naskah sumber, proyek ini meluncurkan Ryzome. Platform tersebut berfungsi sebagai toko aplikasi untuk agen AI.
Dalam skema yang dijelaskan sumber, pengguna membayar biaya layanan menggunakan token ARC. Penyedia layanan menerima 85% dari biaya tersebut. Sementara itu, treasury ARC memperoleh 10%, sedangkan operasional menerima 5%.
Skema tersebut menggambarkan salah satu penggunaan ARC dalam ekosistemnya. Namun, belum tersedia data terbaru dalam naskah sumber yang menghubungkan perkembangan Ryzome secara langsung dengan lonjakan harga pada 22 Oktober 2026.
Oleh sebab itu, investor sebaiknya tidak menganggap kenaikan harga hari ini sebagai bukti bahwa fundamental proyek telah menguat. Pergerakan harga jangka pendek tetap dapat berubah dengan cepat, terutama ketika aktivitas perdagangan derivatif mendominasi pasar.
Kesimpulan
AI Rig Complex mencatat kenaikan 26,36% dalam 24 jam dan menempati posisi teratas Top Gainers Pintu Market pada Kamis, 22 Oktober 2026. Harga ARC mencapai Rp1.129 atau sekitar US$0,0626 per token.
Data CoinGlass menunjukkan volume futures jauh melampaui volume spot. Namun, belum ada informasi resmi yang memastikan penyebab utama lonjakan tersebut.
Di sisi lain, pemulihan pasar kripto dan perkembangan ekosistem agen AI menjadi konteks tambahan yang perlu diperhatikan. Investor tetap perlu memantau volume perdagangan, volatilitas, dan perkembangan proyek sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi, bukan rekomendasi investasi. Harga aset kripto dapat berubah secara tajam dalam waktu singkat. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan risiko sebelum membeli atau menjual aset kripto.
“Baca Juga: Sejarah Revolusi Cina 1911–1912: Kronologi dan Dampak“
















