Pronoted.com – Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada Jumat malam, 30 Oktober 2026. Berdasarkan CoinGecko, BTC melemah sekitar 4,7% dalam 24 jam ke kisaran US$77.600.
Penurunan tersebut membawa Bitcoin ke bawah seluruh harga penutupan hariannya sejak 18 September 2026. Tekanan jual muncul setelah serangan peretasan besar menargetkan Binance, bursa kripto terbesar dunia.
Serangan tersebut menimbulkan kerugian sekitar US$6,3 miliar. Sementara itu, saham Strategy (MSTR), perusahaan pemegang Bitcoin terbesar, ikut melemah sekitar 6%.
Data CoinGecko mencatat harga BTC sekitar US$77.643 pada Jumat pukul 22.16 WIB. Pada waktu hampir bersamaan, saham MSTR diperdagangkan sekitar US$132,75.
Catatan: Data artikel mengacu pada CoinGecko, StockAnalysis.com, CoinDesk, dan Yahoo Finance. Angka tersebut mencerminkan kondisi Jumat, 30 Oktober 2026, sekitar pukul 22.16 WIB, bukan harga real-time.
“Baca Juga: Analisis Bitcoin: Support US$79.200 Jadi Penentu Harga“
Pergerakan Bitcoin dan Saham Strategy pada 30 Oktober
Berikut rangkuman pergerakan Bitcoin dan saham Strategy berdasarkan data yang tersedia:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga Bitcoin | US$77.643 |
| Perubahan Bitcoin 24 jam | -4,66% |
| Penutupan Bitcoin 29 Oktober | US$77.839 |
| Harga terendah intraday Bitcoin | Sekitar US$76.400 |
| Harga saham MSTR | US$132,75 |
| Perubahan saham MSTR | -6,26% |
| Penutupan saham MSTR 29 Oktober | US$141,62 |
Harga Bitcoin saat itu berada di bawah seluruh penutupan harian sejak 18 September. CoinGecko mencatat penutupan lebih rendah sebelumnya pada 17 September 2026, sekitar US$76.371.
Namun, pergerakan intraday menunjukkan kondisi berbeda. CoinDesk mencatat Bitcoin sempat menyentuh sekitar US$76.400 pada Jumat dini hari.
Sementara itu, saham MSTR juga mencatat pelemahan signifikan. Data StockAnalysis.com menunjukkan harga US$132,75 berada di bawah seluruh penutupan sejak 18 September.
Penutupan MSTR yang lebih rendah sebelumnya terjadi pada 17 September, yaitu sekitar US$132,25.
Peretasan Binance Senilai US$6,3 Miliar Tekan Bitcoin
Peretasan Binance menjadi salah satu pemicu utama kepanikan pasar. Menurut Yahoo Finance, serangan pada Kamis malam waktu Amerika Serikat menyebabkan kerugian sekitar US$6,3 miliar.
Nilai tersebut melampaui kasus peretasan Bybit senilai sekitar US$1,5 miliar pada Februari 2025. Kasus Bybit sebelumnya mencatat salah satu pencurian kripto terbesar.
Co-CEO Binance, Richard Teng, menyatakan perusahaan akan menanggung seluruh kerugian menggunakan dana perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa aset pengguna tetap aman.
Binance menghentikan sementara layanan penarikan dana setelah insiden tersebut. CEO Binance, Yi He, menyampaikan harapan agar layanan penarikan kembali berjalan paling lambat Minggu.
Selain itu, Binance menyebut sekitar US$3 miliar aset terdampak sudah masuk daftar pembekuan on-chain. Tether membekukan lebih dari US$1,567 miliar USDT.
Circle juga membekukan sekitar US$800 juta. Langkah tersebut bertujuan membatasi pergerakan aset yang berkaitan dengan insiden.
Firma analisis blockchain TRM Labs dan Elliptic mengaitkan serangan tersebut dengan peretas Korea Utara. TRM Labs menyebut kelompok TraderTraitor, yang juga dikaitkan dengan kasus Bybit.
Namun, Binance dan otoritas belum mengonfirmasi dugaan tersebut. Laporan awal FX News Group menyebut penyelidikan mengarah pada laptop seorang engineer DevOps yang mengalami peretasan.
Binance juga menyatakan belum menemukan bukti kebocoran private key dompet kripto.
Likuidasi Kripto Melonjak hingga US$1,57 Miliar
Serangan terhadap Binance langsung meningkatkan tekanan di pasar derivatif. CoinDesk mencatat total likuidasi kripto mencapai US$1,57 miliar.
Bitcoin menyumbang sekitar US$522 juta dari total likuidasi tersebut. Sementara itu, Ethereum menyumbang sekitar US$361 juta.
Indeks Fear & Greed juga turun dari 43 menjadi 36. Penurunan ini menunjukkan sentimen pasar semakin berhati-hati.
Tekanan pasar turut datang dari sektor saham teknologi Amerika Serikat. Kontrak berjangka Nasdaq-100 melemah sekitar 2,3%.
Pelemahan tersebut mengikuti kenaikan proyeksi belanja modal Amazon dan penurunan saham Intel sekitar 25%. Panduan kinerja Intel yang lemah turut memengaruhi sentimen investor.
Meski demikian, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat masih mencatat arus dana masuk US$17 juta pada Kamis. Catatan tersebut menandai empat hari berturut-turut aliran dana positif sebelum insiden Binance.
Strategy Catat Laba Bersih US$19,53 Miliar pada Q3 2026
Strategy merilis laporan kinerja kuartal ketiga pada Kamis, 29 Oktober 2026. Perusahaan menyampaikan laporan tersebut setelah perdagangan saham Amerika Serikat berakhir.
Berdasarkan laporan resmi dalam Form 8-K kepada SEC, Strategy mencatat laba operasional US$20,91 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$3,89 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perusahaan mencapai US$19,53 miliar. Sementara itu, laba per saham terdilusi mencapai US$44,75, dibandingkan US$8,42 pada Q3 2025.
Kenaikan nilai wajar Bitcoin yang dimiliki perusahaan menjadi pendorong utama peningkatan laba tersebut. Namun, pendapatan bisnis perangkat lunak justru turun 3% secara tahunan menjadi US$125,4 juta.
Hingga 25 Oktober 2026, Strategy memiliki 848.517 BTC. Perusahaan mengeluarkan total US$64,02 miliar untuk mengakumulasi aset tersebut.
Dengan demikian, harga pembelian rata-rata Bitcoin Strategy mencapai sekitar US$75.446 per BTC. Sepanjang kuartal ketiga, perusahaan juga mengumpulkan sekitar US$5,41 miliar melalui penjualan saham.
Metrik BTC Yield perusahaan secara tahun berjalan 2026 tercatat minus 3,7%.
Laporan tersebut juga mengumumkan pengunduran diri CFO Andrew Kang, efektif 5 November 2026. CEO Phong Le akan kembali menjalankan tugas CFO hingga akhir 2026.
Menurut MarketBeat, Phong Le menyebut penerbitan instrumen kredit digital sebagai strategi utama perusahaan untuk menambah Bitcoin.
Hal yang Perlu Dipantau Investor Selanjutnya
Pelaku pasar kini menunggu Binance memulihkan layanan penarikan dana. Mereka juga memantau perkembangan pembekuan aset dan hasil penyelidikan peretasan.
Binance berencana menyampaikan laporan setelah perusahaan memverifikasi seluruh fakta. Perusahaan juga menjanjikan pembaruan Proof of Reserves setelah proses perbaikan selesai.
Selain itu, pasar derivatif menghadapi jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin pada 30 Oktober. ETHNews mengutip Bitfinex yang mencatat sekitar 136.165 BTC dalam kontrak opsi senilai US$11 miliar.
Titik max pain kontrak tersebut berada di sekitar US$78.000. Sementara itu, CoinDesk mencatat lima dari enam kontrak opsi BTC dengan volume terbesar merupakan kontrak put.
Kontrak put terbesar mencakup opsi US$74.000 yang jatuh tempo pada 13 November. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian trader mencari perlindungan dari kemungkinan penurunan harga.
FAQ Seputar Penurunan Bitcoin dan Saham Strategy
Mengapa harga Bitcoin turun pada 30 Oktober 2026?
Peretasan Binance senilai sekitar US$6,3 miliar memicu kekhawatiran pasar. Selain itu, likuidasi kripto mencapai US$1,57 miliar dan saham teknologi Amerika Serikat melemah.
Apa arti Bitcoin berada di level terendah sejak 17 September?
Harga sekitar US$77.600 berada di bawah seluruh harga penutupan harian sejak 18 September. CoinGecko mencatat penutupan lebih rendah sebelumnya pada 17 September, sekitar US$76.371.
Apa perbedaan saham MSTR dan MSTRon di Pintu?
MSTR merupakan saham Strategy Inc yang diperdagangkan di Nasdaq. Sementara itu, MSTRon merupakan aset digital tertokenisasi yang mengacu pada harga saham Strategy.
Pemegang MSTRon tidak memiliki saham Strategy secara langsung. Mereka juga tidak memperoleh hak suara atau hak pemegang saham lainnya.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin pada 30 Oktober 2026 terjadi di tengah tekanan dari peretasan Binance dan pelemahan pasar keuangan. Likuidasi besar serta penurunan saham Strategy turut memperkuat sentimen negatif.
Namun, investor masih perlu memantau perkembangan pemulihan Binance dan kondisi pasar derivatif. Pergerakan harga berikutnya juga dapat dipengaruhi oleh sentimen investor dan perkembangan ekonomi global.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset kripto memiliki volatilitas tinggi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa mendatang. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Investasi kripto dan aset tertokenisasi memiliki risiko. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna. Aset saham tertokenisasi tidak memberikan kepemilikan ekuitas, hak suara, atau hak dividen secara langsung. Aset tersebut juga tidak memberikan perlindungan yang sama seperti kepemilikan saham di pasar modal.
“Baca Juga: Analisis Bitcoin: Support US$79.200 Jadi Penentu Harga“


















