pronoted.com – Harga Cardano (ADA) mengalami tekanan besar pada Juni 2026. Token utama jaringan Cardano tersebut bergerak di sekitar $0,16 atau sekitar Rp2.858.
Dalam beberapa pekan terakhir, ADA mencatat penurunan yang cukup dalam. Harga ADA turun sekitar 35% dalam 30 hari terakhir dan melemah hampir 6% dalam sepekan.
Selain itu, ADA juga menyentuh level terendah dalam lima tahun pada 18 Juni 2026. Kondisi tersebut membuat sebagian investor mulai mempertanyakan prospek jangka pendek aset kripto ini.
Tekanan harga ADA juga terlihat dari aktivitas perdagangan. Volume transaksi harian yang sebelumnya mencapai miliaran dolar kini turun mendekati $500 juta.
Penurunan volume tersebut menunjukkan banyak trader jangka pendek mulai mengurangi aktivitas mereka. Pasar juga masih menghadapi tekanan karena investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
Meski begitu, komunitas Cardano masih memiliki harapan melalui perkembangan teknologi terbaru. Mereka menantikan peluncuran testnet publik Ouroboros Leios.
“Baca Juga: Tekanan Altcoin Terus Naik, Sinyal Altseason Belum Muncul“
Ouroboros Leios Hadir untuk Tingkatkan Kecepatan Cardano
Cardano menjadwalkan peluncuran testnet publik Ouroboros Leios pada 23 Juni 2026. Pembaruan ini menjadi salah satu perkembangan terbesar dalam sejarah jaringan Cardano.
Ouroboros Leios membawa tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan transaksi Cardano. Teknologi ini dirancang agar jaringan dapat memproses transaksi secara lebih cepat.
Saat ini, Cardano mampu menangani sekitar 10 transaksi per detik. Melalui Leios, Cardano menargetkan peningkatan kapasitas hingga lebih dari 1.000 transaksi per detik.
Jika pengujian berjalan lancar, pembaruan ini dapat mengubah pandangan pasar terhadap Cardano. Sebelumnya, sebagian investor menilai Cardano berkembang lebih lambat dibandingkan jaringan blockchain lain.
Selain meningkatkan kecepatan, Leios juga dapat memperkuat posisi Cardano dalam persaingan blockchain. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menarik lebih banyak pengguna.
Cardano Siapkan Strategi Baru untuk Bangkit
Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, juga menyiapkan beberapa langkah untuk memperkuat ekosistem Cardano.
Salah satu fokus utama adalah memperbarui sistem tata kelola jaringan. Cardano ingin memberikan peran lebih besar kepada komunitas melalui sistem pengambilan keputusan baru.
Selain itu, Cardano juga menyiapkan strategi pendanaan untuk mendukung perkembangan proyek. Program tersebut akan membantu pengembangan infrastruktur, ekosistem, serta pengalaman pengguna.
Cardano juga mengandalkan proyek Midnight sebagai salah satu pendorong pertumbuhan baru. Proyek ini merupakan jaringan tambahan yang berfokus pada perlindungan data pengguna.
Midnight memungkinkan pengguna menjalankan aktivitas digital dengan privasi lebih baik. Fitur tersebut dapat membuka peluang baru bagi Cardano di sektor aplikasi blockchain.
Prediksi Masa Depan ADA Bergantung pada Perkembangan Teknologi
Saat ini, perjalanan harga ADA masih menghadapi tantangan besar. Penurunan harga menunjukkan pasar belum sepenuhnya percaya terhadap pemulihan aset tersebut.
Namun, perkembangan Ouroboros Leios dapat menjadi faktor penting bagi masa depan Cardano. Jika pembaruan berhasil berjalan sesuai rencana, investor bisa kembali melihat potensi pertumbuhan ADA.
Selain itu, perkembangan ekosistem dan strategi baru dari tim Cardano juga akan menentukan arah aset ini.
Dengan kombinasi peningkatan teknologi, pembaruan tata kelola, dan proyek baru, Cardano berusaha kembali menarik perhatian pasar kripto.
Meski demikian, investor tetap perlu memahami bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi. Pergerakan harga ADA masih dapat berubah mengikuti kondisi pasar global dan sentimen investor.
“Baca Juga: Panduan Hirara Mobile Legends: Skill dan Gameplay“
















