Pronoted.com – Saham Grab Holdings (GRAB) mencatat kenaikan signifikan setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Pada Rabu, 4 November 2026, saham GRAB menguat 7,69% dan mencapai US$3,36 per lembar.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif sejak Selasa, 3 November 2026. Pada sesi sebelumnya, saham GRAB sudah menguat 9,09% dari US$2,86 menjadi US$3,12.
Dengan demikian, saham Grab mencatat kenaikan sekitar 17,5% dalam dua sesi perdagangan. Harga penutupan Rabu juga menjadi level tertinggi sejak 4 September 2026.
Pergerakan ini terjadi setelah Grab mengumumkan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan proyeksi kinerja tahunan. Selain itu, perusahaan juga mencatat kenaikan laba operasional serta jumlah pengguna aktif.
Namun, saham GRAB masih menghadapi tekanan jika melihat pergerakannya sepanjang 2026. Harga penutupan Rabu masih sekitar 33,9% di bawah posisi US$5,08 pada 2 Januari 2026.
“Baca Juga: Saham Chip dan AI Anjlok, Lumentum Turun 18,6%“
Data Perdagangan Saham Grab pada 4 November 2026
Saham GRAB membuka perdagangan Rabu pada US$3,22. Selanjutnya, saham tersebut bergerak dalam rentang US$3,20 hingga US$3,39.
GRAB kemudian menutup sesi reguler pada US$3,36. Volume perdagangan mencapai sekitar 98,8 juta saham.
Berikut ringkasan pergerakan saham GRAB:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Penutupan 4 November 2026 | US$3,36 |
| Kenaikan harian | 7,69% |
| Penutupan 3 November 2026 | US$3,12 |
| Harga pembukaan | US$3,22 |
| Kisaran perdagangan | US$3,20–US$3,39 |
| After-hours | US$3,34 |
| Perubahan after-hours | -0,55% |
| Kisaran 52 minggu | US$2,67–US$6,235 |
Sementara itu, Nasdaq Composite juga mencatat penguatan selama dua hari tersebut. Indeks ini naik 0,83% pada Selasa dan 1,44% pada Rabu.
Meski demikian, saham Grab mencatat kenaikan lebih besar dibandingkan indeks Nasdaq. Perusahaan tidak memberikan komentar khusus mengenai lonjakan harga sahamnya.
Selain laporan keuangan, kondisi pasar saham Amerika Serikat juga ikut memengaruhi sentimen investor. Pasar secara umum menguat pada Rabu setelah hasil pemilu sela AS.
Pendapatan Grab Tumbuh 27% pada Kuartal III 2026
Grab membukukan pendapatan sebesar US$1,112 miliar selama kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 27% dibandingkan US$873 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan memperhitungkan kurs konstan, pertumbuhan pendapatan mencapai 30%. Hasil tersebut juga melampaui perkiraan konsensus MarketBeat sebesar US$1,05 miliar.
Selain pendapatan, Grab mencatat peningkatan signifikan pada adjusted EBITDA. Indikator tersebut mencapai US$237 juta atau tumbuh 73% secara tahunan.
Margin adjusted EBITDA juga mencapai 21,3% dari total pendapatan. Angka ini meningkat 565 basis poin dibandingkan periode sebelumnya.
CFO Grab, Peter Oey, menyebut perusahaan berhasil meningkatkan adjusted EBITDA selama 19 kuartal berturut-turut. Pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan kinerja operasional perusahaan.
Grab juga mencatat laba operasional sebesar US$108 juta. Angka tersebut meningkat 297% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih periode berjalan mencapai US$18 juta. Hasil tersebut sedikit meningkat dibandingkan US$17 juta pada kuartal III 2025.
Segmen Layanan Grab Catat Pertumbuhan Berbeda
Grab mencatat perkembangan positif pada tiga segmen bisnis utamanya. Ketiga segmen tersebut meliputi layanan pengiriman, transportasi, dan layanan keuangan.
Pada segmen Deliveries, nilai transaksi atau GMV mencapai US$4,5 miliar. Angka tersebut meningkat 21% secara tahunan, sedangkan pendapatannya mencapai US$561 juta.
Selanjutnya, segmen Mobility mencatat GMV sebesar US$2,335 miliar. Nilai tersebut tumbuh 14%, sementara pendapatannya meningkat 10% menjadi US$349 juta.
Segmen Financial Services mencatat pertumbuhan paling tinggi. Pendapatannya mencapai US$201 juta atau meningkat 124% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, segmen layanan keuangan mencatat adjusted EBITDA positif sebesar US$12 juta. Pencapaian ini menjadi yang pertama bagi segmen tersebut.
Jumlah Pengguna Aktif Grab Terus Bertambah
Pertumbuhan bisnis Grab juga terlihat melalui peningkatan jumlah pengguna. Perusahaan mencatat 57,2 juta pengguna transaksi bulanan atau monthly transacting users (MTU).
Jumlah tersebut meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. CEO Grab, Anthony Tan, menyebut angka tersebut sebagai rekor baru perusahaan.
Di sisi lain, Grab juga mencatat GMV gabungan layanan on-demand sebesar US$6,835 miliar. Nilai tersebut meningkat 18% secara tahunan.
Arus kas bebas yang disesuaikan selama 12 bulan terakhir mencapai US$533 juta. Angka ini memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari aktivitas bisnisnya.
Grab Menaikkan Proyeksi Kinerja Sepanjang 2026
Setelah mencatat pertumbuhan pada kuartal III, Grab menaikkan proyeksi kinerja tahunan. Perusahaan memperkirakan pendapatan 2026 mencapai US$4,15 miliar hingga US$4,20 miliar.
Grab juga menargetkan adjusted EBITDA sebesar US$790 juta hingga US$800 juta. Peningkatan proyeksi tersebut memperkuat optimisme pasar terhadap perkembangan bisnis perusahaan.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba operasional, dan kenaikan jumlah pengguna mendorong sentimen positif investor. Faktor tersebut turut mengiringi penguatan saham GRAB selama dua hari perdagangan.
Harga Token GRABon di Pintu Ikut Menguat
Selain saham GRAB di Nasdaq, investor Indonesia juga dapat memantau token saham GRABon melalui platform Pintu. Token ini termasuk kategori aset berbasis aset dunia nyata atau real-world asset (RWA).
Harga GRABon mengacu pada pergerakan saham Grab di Nasdaq. Berdasarkan data Pintu pada Kamis, 5 November 2026 pukul 15.05 WIB, GRABon mencapai Rp60.862.
Nilai tersebut mencatat kenaikan 7,24% dalam sehari. Namun, investor perlu memperhatikan perbedaan waktu perdagangan dan mekanisme harga antara token GRABon dan saham GRAB.
Data tersebut juga bukan harga real-time. Karena itu, investor sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Mengenal Sejarah Peradaban Aztek dan Kehidupan Masyarakatnya“

















