Pronoted.com – Harga saham Google dengan kode GOOG ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026. Saham Alphabet tersebut berakhir di level US$278,22 per lembar.
Angka tersebut turun US$4,10 atau sekitar 1,45% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada sesi sebelumnya, saham GOOG masih berada di level US$282,32.
Bursa saham Amerika Serikat belum membuka perdagangan saat data diambil pada Senin, 2 November 2026 pukul 11.45 WIB. Karena itu, harga US$278,22 merupakan harga penutupan terakhir, bukan harga real-time.
Kapitalisasi pasar Alphabet mencapai sekitar US$3,42 triliun. Menurut CompaniesMarketCap, nilai tersebut menempatkan Alphabet sebagai perusahaan terbesar keempat di dunia.
“Baca Juga: Harga Bitcoin Stabil Usai The Fed Tahan Suku Bunga“
Pergerakan Harga Saham Google (GOOG) Hari Ini
Pada perdagangan Jumat, saham GOOG membuka sesi di level US$279,69. Selanjutnya, harga bergerak dalam rentang US$275,35 hingga US$281,86.
Saham tersebut akhirnya menutup perdagangan di level US$278,22. Namun, sesi after-hours menunjukkan pergerakan positif.
Harga GOOG naik sekitar 0,52% menjadi US$279,68 setelah perdagangan reguler berakhir.
Berikut rangkuman pergerakan saham Google berdasarkan data penutupan 30 Oktober 2026:
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | US$278,22 |
| Perubahan harian | -US$4,10 (-1,45%) |
| Penutupan sebelumnya | US$282,32 |
| Harga pembukaan | US$279,69 |
| Kisaran harga harian | US$275,35–US$281,86 |
| Harga after-hours | US$279,68 (+0,52%) |
| Kapitalisasi pasar | US$3,42 triliun |
| Peringkat global | Keempat |
| Status perdagangan | Bursa tutup |
Menurut Stock Analysis, saham GOOG memiliki rentang harga 52 minggu antara US$271,41 hingga US$404,47.
Laporan Keuangan Kuartal III Tekan Saham Alphabet
Kinerja keuangan Alphabet pada kuartal ketiga 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Namun, sejumlah faktor membuat investor tetap memperhatikan prospek perusahaan.
Menurut Investing.com, Alphabet mencatat pendapatan US$127,6 miliar. Angka tersebut meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Google Cloud menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Pendapatan unit tersebut melonjak 103% menjadi US$30,7 miliar.
Namun, laba per saham Alphabet justru turun menjadi US$2,12. Kerugian di atas kertas sebesar US$8,7 miliar dari investasi ekuitas turut memengaruhi hasil tersebut.
Selain itu, pertumbuhan pendapatan Google Search melambat. Fortune melalui Yahoo Finance melaporkan pendapatan Search tumbuh 12% menjadi US$63,4 miliar.
Investor juga menyoroti peningkatan belanja modal Alphabet. Perusahaan mengeluarkan US$51,4 miliar pada kuartal ketiga.
Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan US$24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, arus kas bebas Alphabet mencatat nilai negatif US$9,1 miliar.
Analis Deutsche Bank menilai lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) memunculkan pertanyaan mengenai tingkat pengembaliannya. Investor ingin mengetahui seberapa cepat investasi tersebut menghasilkan keuntungan.
Tekanan pasar membuat saham Alphabet sempat turun lebih dari 10% setelah perusahaan merilis laporan keuangan.
Analis Pangkas Target Harga Saham Google
Sejumlah analis menyesuaikan target harga saham Alphabet setelah laporan keuangan kuartal ketiga. Meski demikian, beberapa lembaga masih mempertahankan pandangan positif terhadap saham tersebut.
Menurut data Stock Analysis, beberapa perubahan target harga meliputi:
| Lembaga Analis | Target Sebelumnya | Target Terbaru |
|---|---|---|
| J.P. Morgan | US$425 | US$375 |
| Scotiabank | US$450 | US$375 |
| TD Cowen | US$485 | US$460 |
| Bank of America | — | US$380 |
Bank of America mempertahankan target harga US$380. Sementara itu, J.P. Morgan dan Scotiabank memangkas target mereka menjadi US$375.
Meskipun beberapa analis menurunkan target harga, konsensus pasar masih menunjukkan pandangan positif. Stock Analysis mencatat 58 analis memberikan rekomendasi Strong Buy per 30 Oktober 2026.
Rata-rata target harga mereka mencapai US$406,55. Adapun rentang target harga berada antara US$325 hingga US$500.
Namun, rekomendasi tersebut mencerminkan pandangan masing-masing analis. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.
Investasi Saham Global melalui Tokenized Stocks di Pintu
Selain saham konvensional, investor kini memiliki akses ke aset saham global dalam bentuk tokenized stocks. Pintu menghadirkan sejumlah produk dari xStocks dan Ondo melalui aplikasinya.
Produk tersebut mencakup aset yang mengikuti pergerakan saham perusahaan global. Beberapa contohnya meliputi Nvidia, Amazon, dan Meta.
Pintu menawarkan beberapa fitur untuk pengguna, antara lain:
- Modal awal terjangkau: Pengguna dapat memulai transaksi dari Rp11.000.
- Akses 24 jam: Pengguna dapat bertransaksi tanpa mengikuti jam bursa Amerika Serikat.
- Penyelesaian transaksi cepat: Platform menyediakan proses transaksi secara praktis.
Namun, tokenized stocks memiliki risiko tersendiri. Pengguna perlu memahami karakteristik produk, biaya, likuiditas, dan ketentuan penyedia sebelum bertransaksi.
Prospek Saham Google Perlu Dicermati Investor
Pergerakan saham GOOG pada 30 Oktober 2026 menunjukkan tekanan setelah laporan keuangan Alphabet. Meski pendapatan dan Google Cloud tumbuh kuat, investor masih mencermati belanja modal AI.
Di sisi lain, konsensus analis masih menunjukkan optimisme terhadap prospek saham Alphabet. Rata-rata target harga US$406,55 juga berada di atas harga penutupan terakhir.
Namun, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan target analis. Perkembangan bisnis, arus kas, investasi AI, dan kondisi pasar tetap memengaruhi pergerakan saham.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi. Konten ini bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham maupun aset kripto.
Investasi saham dan aset kripto memiliki risiko kerugian serta perubahan harga yang tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Homo Rudolfensis: Sejarah Penemuan dan Ciri Fisiknya“

















