Pronoted.com – Amazon.com Inc. (AMZN) mencatat penjualan bersih sebesar US$201,9 miliar pada kuartal III 2026. Angka tersebut meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Amazon mengumumkan hasil keuangan tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026. Perusahaan merilis laporan setelah bursa Amerika Serikat tutup.
Namun, pendapatan Amazon sedikit meleset dari perkiraan analis LSEG sebesar US$202,31 miliar. Laba per saham atau EPS juga mencapai US$1,89. Angka tersebut berada di bawah estimasi analis sebesar US$1,96.
Meski demikian, Amazon mencatat pertumbuhan kuat pada bisnis komputasi awannya. Amazon Web Services (AWS) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 39%. Kinerja ini menjadi salah satu sorotan utama laporan keuangan perusahaan.
Saham Amazon sempat turun sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam bursa. Namun, harga saham kemudian memangkas sebagian besar penurunannya pada sesi reguler Jumat.
“Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke US$77.600, Pasar Kripto Tertekan“
Pendapatan Amazon Naik 12%, Laba Operasional Cetak Rekor
Amazon mencatat penjualan bersih US$201,9 miliar selama kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut mencapai 12% secara tahunan. Tanpa memperhitungkan perubahan nilai tukar, pendapatan perusahaan tumbuh 13%.
Selain itu, Amazon berhasil meningkatkan laba operasional menjadi US$28,1 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan hanya mencatat US$17,4 miliar.
Peningkatan tersebut turut mendorong margin operasional menjadi 13,9%. Ringkasan laporan earnings call dari GuruFocus melalui Yahoo Finance menyebut angka tersebut sebagai rekor tertinggi Amazon.
Namun, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan. Amazon membukukan laba bersih US$20,7 miliar, turun dari US$21,2 miliar pada kuartal III 2025.
EPS terdilusi juga turun menjadi US$1,89. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Amazon mencatat EPS US$1,95.
Amazon menjelaskan bahwa perbandingan tersebut dipengaruhi keuntungan investasi pada tahun sebelumnya. Pada kuartal III 2025, investasi Anthropic memberikan keuntungan sebelum pajak sebesar US$9,5 miliar.
Keuntungan tersebut tidak muncul kembali pada kuartal III 2026. Karena itu, perbedaan tersebut ikut memengaruhi perbandingan laba bersih tahunan.
Amazon juga menjelaskan pengaruh perubahan jadwal Prime Day. Tahun ini, perusahaan menggelar Prime Day pada kuartal II di sebagian besar negara besar.
Tanpa perubahan jadwal tersebut, pertumbuhan penjualan kuartal III diperkirakan lebih tinggi. Amazon menyebut selisihnya mencapai sekitar 400 basis poin atau empat poin persentase.
AWS Tumbuh 39% dan Perkuat Bisnis Kecerdasan Buatan
Amazon Web Services menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Amazon. AWS mencatat pendapatan US$46 miliar, meningkat 39% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat dalam hampir lima tahun. GeekWire juga menyoroti pencapaian tersebut dalam laporan kinerja Amazon.
Selain pendapatan, AWS mencatat laba operasional US$17,8 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$11,4 miliar pada kuartal III 2025.
Amazon juga mengungkapkan perkembangan bisnis kecerdasan buatan atau AI. Dalam laporan earnings call, manajemen menyebut backlog AWS mencapai US$578 miliar.
Backlog tersebut tumbuh tiga digit secara tahunan. Selain itu, manajemen memperkirakan pertumbuhan AWS bisa melampaui 40% pada 2027 dan 2028.
Layanan AI Amazon juga menunjukkan perkembangan signifikan. Volume penggunaan token pada Bedrock meningkat sekitar 17 kali lipat secara tahunan.
Amazon turut menyiapkan ekspansi bisnis chip buatannya. Perusahaan berencana menawarkan chip Trainium kepada pelanggan eksternal mulai akhir 2027.
CEO Amazon Andy Jassy juga menyampaikan optimisme terhadap peluang bisnis perusahaan. Ia menilai Amazon berpotensi memiliki dua bisnis dengan pendapatan tahunan US$1 triliun.
Namun, manajemen turut mengakui sejumlah tantangan. Kebutuhan infrastruktur AI dan kenaikan harga komponen memori dapat menekan margin AWS.
Segmen Amerika Utara dan Internasional Ikut Bertumbuh
Selain AWS, Amazon mencatat pertumbuhan pada bisnis ritel dan periklanan. Namun, setiap segmen menunjukkan kecepatan pertumbuhan yang berbeda.
Segmen Amerika Utara membukukan pendapatan US$112,9 miliar. Angka tersebut meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Segmen ini juga menghasilkan laba operasional US$8,7 miliar. Sementara itu, segmen Internasional mencatat pendapatan US$43,1 miliar.
Pendapatan Internasional tumbuh 5% secara tahunan. Jika perusahaan mengabaikan dampak perubahan nilai tukar, pertumbuhannya mencapai 8%.
Bisnis periklanan Amazon juga mencatat hasil positif. Pendapatan iklan meningkat 11% menjadi US$19,6 miliar.
Untuk kuartal IV 2026, Amazon memperkirakan pertumbuhan iklan kembali mencapai kisaran belasan persen tinggi.
Amazon Proyeksikan Pendapatan Q4 hingga US$247 Miliar
Amazon memberikan proyeksi positif untuk kinerja kuartal IV 2026. Perusahaan memperkirakan pendapatan bersih mencapai US$240 miliar hingga US$247 miliar.
Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan sekitar 12% sampai 16%. Namun, perubahan nilai tukar diperkirakan memberikan dampak negatif sekitar 60 basis poin.
Amazon juga memperkirakan laba operasional sebesar US$28,5 miliar hingga US$33,5 miliar. Sebagai perbandingan, perusahaan mencatat US$25 miliar pada kuartal IV 2025.
Di sisi lain, Amazon tetap mengalokasikan belanja besar untuk infrastruktur AI. Perusahaan mencatat pembelian properti dan peralatan sebesar US$77,3 miliar selama kuartal III.
Amazon mempertahankan perkiraan belanja modal tunai 2026 sekitar US$220 miliar. Manajemen bahkan memperkirakan kebutuhan belanja modal akan meningkat pada 2027.
Namun, investasi besar tersebut turut memengaruhi arus kas perusahaan. Amazon mencatat arus kas bebas negatif US$42,4 miliar dalam 12 bulan terakhir.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat arus kas bebas positif US$14,8 miliar.
Saham Amazon Sempat Anjlok Setelah Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang sedikit meleset dari ekspektasi memengaruhi pergerakan saham Amazon. Selain itu, kebutuhan belanja AI yang besar turut menekan sentimen investor.
Menurut Investing.com, saham AMZN sempat turun sekitar 6% dalam perdagangan setelah jam bursa. Sebelum laporan keuangan keluar, saham Amazon sudah melemah 4,25%.
Saham tersebut menutup perdagangan Kamis pada harga US$243,79. Kemudian, saham Amazon membuka perdagangan Jumat pada US$232,53.
Yahoo Finance mencatat harga terendah intraday mencapai US$229,36. Level tersebut menjadi harga terendah harian sejak 29 Juli 2026.
Namun, saham Amazon kemudian mengalami pemulihan. Pada Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 22.16 WIB, harganya mencapai US$240,47.
Harga tersebut masih turun sekitar 1,36% dibandingkan penutupan Kamis. Meski begitu, pemulihan tersebut menunjukkan bahwa saham Amazon berhasil memangkas sebagian besar penurunan sebelumnya.
Data tersebut merupakan harga pada waktu yang disebutkan, bukan harga real-time.
Perbedaan AMZN dan AMZNx yang Perlu Investor Pahami
Investor dapat memperdagangkan saham Amazon dengan kode AMZN melalui Nasdaq. Sementara itu, Pintu menyediakan aset tertokenisasi AMZNx yang mengacu pada harga saham Amazon.
Namun, AMZNx tidak sama dengan kepemilikan saham Amazon secara langsung. Pemegang AMZNx tidak memperoleh hak suara maupun hak pemegang saham lainnya.
Karena itu, investor perlu memahami karakteristik dan risiko aset tersebut sebelum mengambil keputusan. Pergerakan harga aset tertokenisasi juga tidak menghilangkan risiko pasar.
Pembaca dapat memantau informasi harga AMZNx melalui halaman pasar Amazon di Pintu. Namun, pastikan memahami ketentuan produk sebelum melakukan transaksi.
FAQ Seputar Saham Amazon Q3 2026
Berapa pendapatan Amazon pada kuartal III 2026?
Amazon mencatat penjualan bersih US$201,9 miliar. Angka tersebut meningkat 12% dibandingkan kuartal III 2025.
Mengapa saham Amazon turun setelah laporan keuangan?
Pendapatan dan EPS Amazon sedikit di bawah perkiraan analis. Selain itu, belanja infrastruktur AI yang besar turut menekan sentimen investor.
Berapa pertumbuhan AWS pada kuartal III 2026?
AWS mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 39% menjadi US$46 miliar. Pertumbuhan tersebut menjadi yang tercepat dalam hampir lima tahun.
Apa perbedaan saham AMZN dan AMZNx?
AMZN merupakan saham Amazon yang diperdagangkan di Nasdaq. Sementara itu, AMZNx merupakan aset digital tertokenisasi yang mengacu pada harga saham Amazon. AMZNx tidak memberikan kepemilikan ekuitas maupun hak suara kepada pemegangnya.
“Baca Juga: Sejarah Manchester United: Awal Berdiri hingga Sukses“

















