Pronoted.com – Keputusan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tidak banyak menggerakkan pasar kripto. Padahal, dua pejabat bank sentral AS justru menginginkan kenaikan suku bunga.
Bitcoin (BTC) hanya mencatat kenaikan 0,48% dalam 24 jam. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dikutip ETHNews pada Rabu, 28 Oktober 2026, BTC mencapai US$80.941.
Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,38% menjadi US$2.354. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto global berada di sekitar US$2,71 triliun.
Indeks Fear & Greed CoinMarketCap mencatat angka 45. Angka tersebut menunjukkan sentimen investor masih berada dalam kategori netral.
Lalu, mengapa pasar kripto tetap tenang meski The Fed menunjukkan sikap lebih ketat?
“Baca Juga: Saham Amazon Q3 2026: Pendapatan Naik, EPS Meleset“
The Fed Pertahankan Suku Bunga dengan Voting 10-2
The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Keputusan tersebut mendapat dukungan mayoritas pejabat melalui voting 10-2.
Namun, Lisa Cook dan Beth Hammack mengambil sikap berbeda. Keduanya menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dalam pernyataan resminya, The Fed menilai inflasi masih berada pada tingkat tinggi. Bank sentral juga melihat aktivitas ekonomi AS masih menunjukkan pertumbuhan kuat.
Meski demikian, pasar tidak memberikan respons besar terhadap keputusan tersebut. Bitcoin bahkan bergerak relatif stabil sepanjang periode perdagangan.
CryptoTicker mencatat BTC berada di sekitar US$81.200 pada Rabu malam waktu AS. Harga tersebut hampir tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, Bitcoin masih mencatat penurunan sekitar 4% dalam sepekan.
Mengapa Pasar Kripto Tidak Bereaksi Besar?
Salah satu penyebabnya adalah investor sudah memperkirakan keputusan The Fed. Sebelum rapat berlangsung, CME FedWatch menunjukkan peluang penahanan suku bunga mencapai sekitar 93%.
Dengan demikian, hasil rapat tidak memberikan kejutan berarti bagi pasar. Investor juga mulai mengalihkan perhatian menuju keputusan The Fed berikutnya pada Desember.
CNBC Indonesia mencatat peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 80%. Ekspektasi tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Selain itu, pasar Bitcoin memang sedang mengalami pergerakan yang relatif tenang. Glassnode mencatat volatilitas Bitcoin selama satu bulan berada di sekitar 25%.
Angka tersebut menyamai tingkat volatilitas pada musim panas 2023. Bitcoin juga masih kesulitan menembus area US$84.000 hingga US$85.000.
Area tersebut telah menahan upaya kenaikan harga sebanyak empat kali sepanjang tahun ini. Sementara itu, arus dana ETF Bitcoin spot juga belum menunjukkan dorongan kuat.
Produk investasi tersebut hanya mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$67 juta selama dua pekan.
Data Inflasi dan Kontrak Opsi Jadi Perhatian Investor
Selanjutnya, investor menantikan sejumlah pemicu yang berpotensi menggerakkan pasar. Salah satunya adalah data inflasi PCE September yang dijadwalkan rilis pada Kamis malam waktu Indonesia.
Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai tekanan harga di Amerika Serikat. Karena itu, investor akan mencermati pengaruhnya terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Selain data inflasi, pasar juga memperhatikan kontrak opsi Bitcoin. Menurut laporan Bitfinex yang dikutip ETHNews, sekitar 136.165 BTC kontrak opsi jatuh tempo pada 30 Oktober.
Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar US$11 miliar. Sementara itu, titik max pain berada di sekitar US$78.000.
Titik tersebut menggambarkan harga ketika kerugian agregat pembeli opsi berpotensi mencapai tingkat tertinggi.
Analis Perhatikan Level US$82.500 hingga US$85.000
Dari sisi teknikal, analis Rekt Capital melihat beberapa level penting Bitcoin. Crypto.news mengutip analisis yang menempatkan area pemulihan pada US$82.000 hingga US$82.500.
Sementara itu, Bitcoin memiliki area dukungan di sekitar US$80.000. Jika harga menembus level tersebut, investor perlu memperhatikan area US$78.000.
Glassnode juga menyoroti level penutupan harian US$81.500. Penutupan di atas level tersebut berpotensi mengembalikan posisi rata-rata pemegang ETF ke zona keuntungan.
Namun, Bitcoin membutuhkan penutupan harian di atas US$85.000 untuk memperkuat pemulihan. Level tersebut juga penting karena dapat mengubah area hambatan harga menjadi area dukungan.
Dengan demikian, pasar masih menunggu kombinasi data ekonomi dan sinyal teknikal. Keputusan The Fed memang belum memicu gejolak besar, tetapi perkembangan berikutnya tetap berpotensi mengubah arah Bitcoin.
Investor sebaiknya memperhatikan volatilitas pasar dan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: Saham Amazon Q3 2026: Pendapatan Naik, EPS Meleset“

















