Pronoted.com – Saham Nvidia (NVDA) menguat 1,48% menjadi US$220,78 pada akhir sesi reguler Nasdaq, Senin, 31 Agustus 2026.
Pergerakan tersebut setara dengan Selasa pagi, 1 September 2026 waktu Indonesia. Bursa saham Amerika Serikat belum membuka sesi perdagangan baru saat data tersebut tersedia.
Karena itu, harga US$220,78 menjadi harga penutupan terakhir Nvidia. Kenaikan tersebut menambah US$3,23 dari penutupan sebelumnya di US$217,55.
Nvidia juga mencatat kapitalisasi pasar sekitar US$5,3 triliun. Nilai tersebut menempatkan Nvidia sebagai perusahaan publik paling bernilai di dunia.
“Baca Juga: RERA: Saham AMD Naik ke US$470,72, Ini Prospeknya“
Harga Saham Nvidia Bergerak Menguat
Nvidia mengawali sesi terakhir dengan pergerakan harga yang cukup dinamis. Saham NVDA bergerak dalam kisaran US$216,21 hingga US$221,30.
Pada akhir perdagangan, Nvidia berhasil mempertahankan penguatan sebesar 1,48%. Kenaikan tersebut melanjutkan pemulihan saham setelah koreksi sebelumnya.
Investor sebelumnya melakukan aksi ambil untung setelah Nvidia merilis laporan kuartalan. Namun, investor kembali melihat prospek pertumbuhan Nvidia secara positif.
Pandangan tersebut turut mendukung pemulihan harga saham Nvidia. Investor juga memperhatikan perkembangan bisnis kecerdasan buatan Nvidia.
Ringkasan Pergerakan NVDA
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga terakhir | US$220,78 |
| Perubahan | +1,48% atau US$3,23 |
| Harga sebelumnya | US$217,55 |
| Kisaran harian | US$216,21–US$221,30 |
| Kapitalisasi pasar | Sekitar US$5,3 triliun |
| Peringkat kapitalisasi | Nomor satu dunia |
Analis Proyeksikan Harga Nvidia ke US$372
Selain pergerakan harga terbaru, sejumlah analis melihat peluang kenaikan Nvidia lebih lanjut. Harsh Chauhan dari Motley Fool memproyeksikan harga saham Nvidia mencapai US$372.
Proyeksi tersebut mengacu pada akhir tahun fiskal 2027. Jika menggunakan level sekitar US$219,60, target tersebut menawarkan potensi kenaikan sekitar 71%.
Chauhan menggunakan asumsi laba per saham sebesar US$9,29. Ia juga menggunakan rasio valuasi sebesar 40 kali laba.
Proyeksi tersebut mendapat dukungan dari kinerja kuartalan Nvidia. Perusahaan mencatat pendapatan US$96,2 miliar pada kuartal kedua fiskal 2027.
Pendapatan tersebut tumbuh 106% secara tahunan. Angka tersebut juga melampaui perkiraan analis sebesar US$92,3 miliar.
Nvidia mencatat laba per saham non-GAAP sebesar US$2,22. Angka tersebut meningkat 120% secara tahunan dan melampaui konsensus US$2,09.
Nvidia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan Tinggi
Nvidia juga memberikan panduan pendapatan yang agresif. Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal ketiga mencapai US$108 miliar.
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 89% secara tahunan. Selain itu, Nvidia memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% pada tahun fiskal 2028.
Chief Financial Officer Nvidia Colette Kress menyampaikan proyeksi tersebut. Angka itu jauh lebih tinggi daripada perkiraan analis sebelumnya.
Analis sebelumnya memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 44%. Karena itu, panduan Nvidia memberikan sentimen positif bagi investor.
Valuasi Nvidia juga menjadi perhatian investor. Saham tersebut saat ini memiliki rasio sekitar 29 kali laba historis.
Angka tersebut berada di bawah rata-rata Nasdaq-100 yang mencapai sekitar 34 kali. Sementara itu, rasio laba ke depan Nvidia berada di sekitar 26 kali.
Kondisi tersebut membuat sebagian analis melihat peluang menarik pada saham Nvidia. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko perubahan valuasi.
Permintaan AI Dorong Prospek Nvidia
Pertumbuhan Nvidia juga mendapat dukungan dari meningkatnya investasi infrastruktur AI. Penyedia layanan cloud besar terus meningkatkan belanja untuk membangun pusat data AI.
Total kebutuhan belanja modal AI cloud bahkan mencapai sekitar US$2 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan terhadap perangkat pendukung AI.
Belanja modal perusahaan cloud diperkirakan meningkat dari US$800 miliar pada 2026. Nilainya berpotensi mencapai US$1,3 triliun pada 2027.
Perkembangan tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap chip Nvidia. Karena itu, Nvidia berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan investasi AI.
TSMC Tingkatkan Kapasitas Produksi Chip
TSMC juga meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan Nvidia. Perusahaan semikonduktor tersebut menyiapkan belanja modal sekitar US$62 miliar pada 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 50% secara tahunan. TSMC juga berkomitmen menginvestasikan US$100 miliar untuk fasilitas produksi baru di Amerika Serikat.
Ekspansi tersebut menunjukkan tingginya permintaan terhadap chip AI. Nvidia dapat memperoleh manfaat ketika kapasitas produksi meningkat.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Perubahan kondisi industri dapat memengaruhi kinerja Nvidia pada periode berikutnya.
Prospek Saham Nvidia Tetap Menarik
Kenaikan saham Nvidia ke US$220,78 menunjukkan pemulihan setelah koreksi sebelumnya. Investor kembali memperhatikan pertumbuhan bisnis AI dan kinerja keuangan perusahaan.
Selain itu, Nvidia memberikan panduan pertumbuhan yang lebih tinggi daripada ekspektasi analis. Kondisi tersebut memperkuat optimisme terhadap prospek perusahaan.
Meski demikian, investor tetap menghadapi risiko volatilitas saham teknologi. Perubahan sentimen pasar juga dapat memengaruhi harga NVDA dalam jangka pendek.
Karena itu, investor perlu melakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Informasi investasi mengandung risiko dan tidak menjadi rekomendasi membeli atau menjual aset tertentu.
Investor perlu memahami risiko dan menggunakan dana sesuai kemampuan. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
“Baca Juga: RERA: Sejarah Rekonstruksi dan Rasionalisasi Tentara Indonesia“
















