pronoted.com – Harga emas perhiasan 24 karat kembali bergerak turun pada Jumat, 17 Juli 2026. Berdasarkan data goldrate24.com per Kamis, 16 Juli 2026 pukul 09.54 GMT atau 16.54 WIB, harga emas 24 karat mencapai Rp2.333.401 per gram. Nilai tersebut turun sekitar 0,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Meski mengalami penurunan, emas tetap menjadi salah satu aset investasi yang diminati. Banyak investor memilih emas karena mampu menjaga nilai kekayaan saat kondisi ekonomi bergejolak.
Baca Juga: Kurs Rupiah 17 Juli 2026 Menguat, Ini Faktor Pendorongnya“
Harga Emas Perhiasan Berdasarkan Kadar Karat
Pergerakan harga emas dunia turut memengaruhi harga emas perhiasan di Indonesia. Saat data diperbarui, kurs acuan berada di level 1 dolar AS setara Rp17.984,20.
Berikut daftar harga emas perhiasan berdasarkan kadar kemurniannya.
| Kadar Karat | Kemurnian | Harga per Gram |
|---|---|---|
| 24 Karat | 99,9% | Rp2.333.401 |
| 23 Karat | 95,8% | Rp2.251.732 |
| 22 Karat | 91,7% | Rp2.137.395 |
| 21 Karat | 87,5% | Rp2.041.726 |
| 18 Karat | 75,0% | Rp1.750.051 |
| 17 Karat | 70,8% | Rp1.652.658 |
| 16 Karat | 66,7% | Rp1.555.601 |
| 14 Karat | 58,3% | Rp1.365.039 |
| 12 Karat | 50,0% | Rp1.166.700 |
| 10 Karat | 41,7% | Rp973.028 |
| 9 Karat | 37,5% | Rp875.025 |
| 8 Karat | 33,3% | Rp777.022 |
Harga tersebut mengacu pada data goldrate24.com. Sementara itu, harga emas 17 karat dan 16 karat menggunakan perhitungan proporsional berdasarkan tingkat kemurnian emas.
Harga Emas Perhiasan Berbeda dengan Emas Batangan
Calon pembeli perlu memahami perbedaan harga emas perhiasan dan emas batangan. Keduanya memiliki acuan harga yang berbeda.
Harga emas batangan bersertifikat, seperti produk Galeri24 milik Pegadaian, mengikuti mekanisme tersendiri. Produk tersebut menggunakan emas 24 karat bersertifikat dan tidak mengacu langsung pada harga emas perhiasan.
Karena itu, selisih harga antara emas batangan dan emas perhiasan merupakan hal yang wajar.
Mengapa Banyak Investor Memilih Emas 24 Karat?
Emas 24 karat memiliki tingkat kemurnian hingga 99,9 persen. Kandungan emas yang sangat tinggi membuat logam mulia ini memiliki nilai intrinsik yang lebih besar dibandingkan emas berkadar lebih rendah.
Selain itu, emas 24 karat memiliki nilai jual kembali yang relatif baik. Banyak pelaku pasar menerima emas jenis ini karena tingkat kemurniannya sudah menjadi standar internasional.
Oleh sebab itu, investor yang berfokus pada penyimpanan nilai jangka panjang sering memilih emas 24 karat sebagai aset utama.
Emas Perhiasan dan Emas Investasi Memiliki Fungsi Berbeda
Meski memiliki nilai tinggi, emas 24 karat memiliki tekstur yang lebih lunak. Kondisi tersebut membuatnya lebih mudah berubah bentuk apabila digunakan setiap hari.
Sebaliknya, perhiasan dengan kadar 18 karat atau 22 karat memiliki campuran logam lain. Campuran tersebut membuat perhiasan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap benturan maupun gesekan.
Karena itu, banyak produsen menggunakan emas 18 karat atau 22 karat untuk cincin, gelang, kalung, dan anting yang dipakai sehari-hari.
Emas Digital Menjadi Alternatif Investasi
Selain membeli emas fisik, masyarakat kini dapat berinvestasi melalui emas digital berbasis blockchain. Beberapa aset yang populer antara lain Pax Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Emas digital menawarkan cara investasi yang lebih praktis. Investor tidak perlu menyimpan emas secara fisik karena kepemilikannya tercatat secara digital.
Selain itu, investasi emas digital menawarkan beberapa keunggulan, seperti:
- Investasi mulai sekitar Rp11.000.
- Perdagangan berlangsung selama 24 jam setiap hari.
- Spread transaksi relatif lebih rendah dibandingkan emas fisik.
- Pembelian dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi.
- Investor dapat mengirim aset ke dompet digital dengan cepat.
Penurunan Harga Bisa Menjadi Momentum
Harga emas perhiasan 24 karat turun menjadi Rp2.333.401 per gram pada 17 Juli 2026. Meski demikian, emas tetap menjadi instrumen investasi yang banyak dipilih untuk menjaga nilai aset.
Sebelum membeli, investor sebaiknya memahami perbedaan antara emas perhiasan, emas batangan, dan emas digital. Dengan memahami karakteristik masing-masing, investor dapat memilih jenis emas yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasinya.
Baca Juga: Prancis vs Inggris: Prediksi Perebutan Juara 3 Piala Dunia“
















