pronoted.com – Harga Binance Coin (BNB) masih bergerak stabil pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Meski begitu, aset kripto ini masih mencatat pelemahan dalam jangka pendek.
Berdasarkan data TradingView sekitar pukul 09.30 WIB, BNB diperdagangkan di kisaran US$566,58 atau sekitar Rp10,19 juta per koin.
Dalam 24 jam terakhir, harga BNB turun sekitar 0,81 persen. Selain itu, nilainya juga melemah 2,43 persen selama sepekan dan 3,99 persen dalam satu bulan terakhir.
“Baca Juga: Perusahaan Borong Bitcoin, Kepemilikan Tembus Rekor Baru“
Harga BNB Masih Jauh dari Rekor Tertinggi
Meski mengalami tekanan, Binance Coin masih menjadi salah satu aset kripto terbesar berdasarkan nilai pasar.
Kapitalisasi pasar BNB saat ini mencapai sekitar US$75,4 miliar.
Sementara itu, volume perdagangan harian berada di kisaran US$933,91 juta.
Harga BNB saat ini masih berada sekitar 59 persen di bawah rekor tertingginya.
Sebelumnya, BNB sempat menyentuh level US$1.376,26 pada 13 Oktober 2025.
Saat ini, pergerakan harga masih menunjukkan fase konsolidasi setelah koreksi dalam beberapa pekan terakhir.
BNB Chain Musnahkan 1,6 Juta Token
BNB Chain kembali menjalankan program Auto-Burn kuartalan.
Pada 15 Juli 2026, jaringan tersebut memusnahkan sekitar 1.615.827 BNB.
Nilai token yang dibakar mencapai sekitar US$932 juta.
Program ini bertujuan mengurangi jumlah token yang beredar di pasar.
BNB Chain menargetkan total pasokan hanya tersisa 100 juta token dalam jangka panjang.
Saat ini, jumlah BNB yang beredar masih berada di kisaran 133,17 juta token.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kelangkaan aset dan mendukung nilai jangka panjang.
Analisis Teknikal Buka Peluang Kenaikan
Sejumlah analis melihat peluang penguatan harga BNB.
Grafik harga menunjukkan pola yang sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren.
Jika BNB mampu menembus area US$589 hingga US$590, harga berpeluang bergerak menuju sekitar US$647.
Sebaliknya, level US$550 dan US$537 menjadi area penting yang perlu dipertahankan sebagai penopang harga.
Meski demikian, arah pergerakan tetap bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Ekosistem BNB Chain Terus Berkembang
Selain pergerakan harga, ekosistem BNB Chain juga terus menunjukkan pertumbuhan.
Kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan ini telah melampaui US$17,8 miliar.
Sementara itu, total nilai aset yang tersimpan di berbagai aplikasi mencapai hampir US$5 miliar.
Di sisi lain, layanan Binance Pay kini telah digunakan oleh lebih dari 21 juta merchant di berbagai wilayah.
Perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas jaringan masih terus meningkat.
BNB Masuk ETF Kripto Milik T. Rowe Price
BNB juga memperoleh sentimen positif dari sektor investasi institusional.
Perusahaan manajemen aset T. Rowe Price meluncurkan ETF kripto aktif multi-token bernama TKNZ.
Produk tersebut mulai diperdagangkan di NYSE Arca pada 16 Juli 2026 setelah memperoleh persetujuan regulator Amerika Serikat.
Dalam portofolio ETF tersebut, Bitcoin menjadi aset terbesar dengan porsi 41,13 persen.
Ethereum berada di posisi kedua dengan porsi 18,31 persen.
Sementara itu, BNB menempati posisi ketiga dengan alokasi 11,12 persen.
Porsi tersebut bahkan lebih besar dibandingkan Solana yang mencapai 9,46 persen dan XRP sebesar 9,42 persen.
Masuknya BNB ke dalam ETF tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian investor institusi terhadap aset kripto di luar Bitcoin dan Ethereum.
Investor Perlu Tetap Memperhatikan Risiko
Meski mendapat dukungan dari program Auto-Burn dan meningkatnya minat institusi, pergerakan harga BNB masih dipengaruhi kondisi pasar kripto yang sangat dinamis.
Karena itu, investor perlu mempertimbangkan analisis teknikal, perkembangan fundamental, serta kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Langkah tersebut membantu investor mengelola risiko di tengah volatilitas aset kripto yang masih tinggi.
“Baca Juga: Prediksi Persebaya vs Persija: Duel Panas Grup B 2026“

















