Harga emas perhiasan pada Minggu, 26 Juli 2026, menunjukkan variasi berdasarkan kadar karat. Selain itu, setiap toko emas juga dapat menawarkan harga yang berbeda.
Perbedaan tersebut muncul karena biaya pembuatan, desain, dan kebijakan masing-masing toko. Sementara itu, sebagian toko belum memperbarui harga karena akhir pekan.
Data berikut mengacu pada harga pasar global dari Goldrate24.com yang diperbarui pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 22.09 GMT. Daftar ini dapat menjadi acuan sebelum membeli atau menjual perhiasan emas.
“Baca Juga: Binance Coin Bertahan di US$566, Ini Prospek Harganya“
Daftar Harga Emas Perhiasan Berdasarkan Karat
Berikut harga emas perhiasan per gram berdasarkan kadar karat.
| Kadar Karat | Harga per Gram |
|---|---|
| 24 Karat | Rp2.335.000 |
| 23 Karat | Rp2.254.000 |
| 22 Karat | Rp2.139.000 |
| 21 Karat | Rp2.043.000 |
| 18 Karat | Rp1.751.000 |
| 14 Karat | Rp1.366.000 |
Harga di atas hanya menjadi patokan pasar. Karena itu, harga di toko dapat berbeda sesuai kebijakan penjual.
Faktor yang Memengaruhi Harga Perhiasan Emas
Harga perhiasan tidak hanya bergantung pada kadar emas. Toko juga menghitung biaya pembuatan saat menentukan harga jual.
Besarnya ongkos pembuatan bergantung pada desain dan tingkat kerumitannya. Umumnya, biaya tersebut berkisar antara lima hingga lebih dari 20 persen.
Selain itu, merek dan model perhiasan juga dapat memengaruhi harga akhir. Karena itu, dua perhiasan dengan kadar sama belum tentu memiliki harga identik.
Tips Membeli Perhiasan Emas
Sebelum membeli emas, mintalah nota pembelian resmi dari toko. Nota tersebut sebaiknya mencantumkan berat, kadar karat, dan biaya pembuatan secara terpisah.
Dokumen tersebut membantu pembeli mengetahui nilai sebenarnya dari perhiasan. Selain itu, nota juga mempermudah proses penjualan kembali pada masa mendatang.
Pembeli juga sebaiknya membandingkan harga di beberapa toko. Langkah tersebut membantu mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Emas Crypto Menjadi Alternatif Investasi
Selain emas fisik, masyarakat kini dapat memilih emas berbasis aset kripto. Dua contoh yang populer adalah Pax Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Kedua aset tersebut memiliki dukungan emas fisik dengan rasio satu banding satu. Karena itu, nilainya mengikuti pergerakan harga emas dunia.
Emas kripto juga menawarkan beberapa keunggulan. Investor tidak perlu membayar biaya pencetakan seperti emas fisik.
Selain itu, perdagangan dapat berlangsung selama 24 jam setiap hari. Investor juga dapat memulai investasi dengan modal sekitar Rp11.000.
Meski demikian, investasi aset kripto tetap memiliki risiko. Harga dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi pasar global.
Lakukan Riset Sebelum Berinvestasi
Calon investor sebaiknya mempelajari karakteristik setiap instrumen investasi. Selain itu, gunakan dana yang memang siap untuk investasi.
Harga emas maupun aset kripto dapat bergerak naik atau turun. Karena itu, keputusan investasi tetap harus berdasarkan riset dan pertimbangan pribadi.
Dengan memahami harga pasar, biaya tambahan, dan pilihan investasi yang tersedia, pembeli dapat mengambil keputusan yang lebih tepat saat bertransaksi emas.
“Baca Juga: Arsenal Incar Vinicius Junior untuk Perkuat Lini Serang“
















