Pronoted.com – Pasar kripto menunjukkan pergerakan berbeda pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Bitcoin masih bergerak terbatas di bawah level psikologis US$80.000.
Namun, sejumlah altcoin justru mencatat kenaikan harga yang jauh lebih tinggi. Token SOPH menjadi salah satu aset dengan kenaikan paling mencolok.
Harga SOPH melonjak hingga 58 persen dalam 24 jam. Kondisi tersebut menunjukkan perhatian pasar mulai beralih menuju sejumlah altcoin.
“Baca Juga: IHSG Naik 0,84% ke 6.674, Saham Energi Jadi Penggerak“
Bitcoin Bergerak Sideways di Bawah US$80.000
Bitcoin bergerak sideways sepanjang perdagangan Selasa. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin berada pada kisaran US$78.933 hingga US$79.089.
Harga tersebut mencatat penurunan sekitar 1,3 hingga 1,7 persen dalam 24 jam. Nilai Bitcoin tersebut setara dengan sekitar Rp1,39 miliar.
Di tengah pergerakan Bitcoin yang terbatas, beberapa altcoin justru mencatat kenaikan tajam. Kondisi tersebut menciptakan perbedaan kinerja antara Bitcoin dan aset kripto lainnya.
SOPH memimpin kenaikan dengan lonjakan 58 persen. Harga SOPH mencapai sekitar Rp115,91.
Sementara itu, token AI mencatat kenaikan 42 persen. Harga token tersebut mencapai sekitar Rp328,15.
Kemudian, IOST menguat 33 persen hingga mencapai sekitar Rp16,01.
Resistance US$80.000 Menahan Pergerakan Bitcoin
Level US$80.000 menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar. Bitcoin menghadapi tekanan ketika harganya mendekati area tersebut.
Sejumlah sumber mencatat resistance sekitar US$80.000 hingga US$80.500. Area tersebut turut memicu likuidasi posisi long senilai sekitar US$55 juta.
Kondisi tersebut kemudian menambah tekanan terhadap pergerakan Bitcoin. Akibatnya, Bitcoin kesulitan mempertahankan momentum kenaikan menuju level yang lebih tinggi.
Sejumlah sumber juga memperkirakan Bitcoin bergerak dalam rentang US$78.000 hingga US$82.000. Pergerakan tersebut dapat berlangsung hingga publikasi data inflasi Amerika Serikat.
Pasar akan mencermati data Consumer Price Index atau CPI pada 11 September 2026. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Ekspektasi The Fed Tekan Sentimen Pasar
Selain resistance Bitcoin, kebijakan The Fed juga memengaruhi sentimen pasar. Pelaku pasar menilai bank sentral Amerika Serikat masih mempertahankan sikap ketat.
Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat turut memperkuat ekspektasi tersebut. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga.
Selain itu, sejumlah investor besar atau whale juga menunjukkan tekanan jual bersih. Pergerakan tersebut turut memengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan.
Dengan demikian, Bitcoin menghadapi beberapa tekanan sekaligus. Investor kini menunggu data ekonomi Amerika Serikat untuk menentukan langkah berikutnya.
Arus Dana ETF Kripto Ikut Menjadi Perhatian
Selain pergerakan harga, investor juga mencermati arus dana produk ETF kripto. Produk ETF Ethereum, Solana, dan XRP mencatat arus dana keluar.
Arus dana masuk ETF Solana bahkan turun 96 persen. Nilainya hanya mencapai sekitar US$6,2 juta pada perdagangan tersebut.
Kondisi tersebut menunjukkan berkurangnya aliran dana menuju sejumlah produk investasi kripto. Investor kemudian perlu mencermati perkembangan arus dana tersebut.
Selain itu, pasar juga menghadapi potensi token unlock dalam waktu dekat. Nilai token yang berpotensi masuk pasar mencapai sekitar US$325,6 juta.
Namun, sumber yang tersedia belum menjelaskan token mana saja yang akan mengalami unlock. Karena itu, investor belum dapat memastikan dampaknya terhadap harga setiap aset.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan potensi tambahan tekanan jual. Kombinasi arus keluar ETF dan token unlock dapat memengaruhi sentimen pasar.
Altcoin Mencuri Perhatian Investor
Pergerakan pasar pada Selasa menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Bitcoin masih menghadapi tekanan di bawah US$80.000.
Sebaliknya, beberapa altcoin mencatat kenaikan harga yang signifikan. SOPH, AI, dan IOST menjadi contoh utama dalam pergerakan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan investor mulai mencari peluang di luar aset kripto terbesar. Namun, kenaikan altcoin juga membawa risiko volatilitas yang lebih tinggi.
Karena itu, investor perlu mempertimbangkan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan. Investor juga perlu memahami risiko setiap aset sebelum melakukan transaksi.
Pasar Kripto Menunggu Data Inflasi AS
Pasar kripto kini menunggu data CPI Amerika Serikat pada 11 September 2026. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.
Jika data inflasi memberikan tekanan baru, pasar dapat menghadapi volatilitas lebih tinggi. Sebaliknya, data yang lebih rendah dapat memberikan sentimen berbeda bagi aset berisiko.
Untuk sementara, Bitcoin masih menghadapi resistance kuat di sekitar US$80.000. Sementara itu, sejumlah altcoin justru mencatat momentum kenaikan yang lebih besar.
Investor perlu mencermati pergerakan Bitcoin, arus dana ETF, dan potensi token unlock. Selain itu, perkembangan kebijakan The Fed juga tetap menjadi faktor penting.
Disclaimer:
Konten ini hanya bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi.
Kinerja masa lalu aset tidak menjamin hasil pada masa depan. Karena itu, lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Gunakan dana yang siap Anda risikokan dalam aktivitas investasi. Seluruh keputusan jual beli aset kripto menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
“Baca Juga: Museum Kota Lama Semarang: Sejarah dan Daya Tariknya“
















