Pronoted.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Indeks bahkan mempercepat kenaikannya hingga penutupan sesi I.
IHSG mencapai level 6.674,95 pada akhir sesi pertama. Angka tersebut meningkat 55,28 poin atau 0,84 persen.
Kenaikan itu menunjukkan penguatan yang lebih besar dibanding pembukaan perdagangan. Sebelumnya, IHSG hanya menguat sekitar 0,30 persen pada awal sesi
“Baca Juga: Cara Beli Saham IPO Amerika untuk Investor Indonesia“
Pelaku pasar meningkatkan aktivitas pembelian saham sepanjang sesi pertama. Kondisi tersebut mendorong IHSG bergerak semakin kuat.
Data CNBC Indonesia mencatat volume transaksi mencapai 21,03 miliar saham. Nilai transaksi juga mencapai Rp8,13 triliun.
Pelaku pasar melakukan transaksi sebanyak 1,318 juta kali. Selain itu, sebanyak 412 saham mencatat kenaikan harga.
Sebaliknya, sebanyak 222 saham mengalami penurunan harga. Data tersebut menunjukkan dominasi saham yang menguat pada sesi pertama.
Sementara itu, StockWatch mencatat data transaksi yang sedikit berbeda. Sumber tersebut mencatat volume perdagangan mencapai 22,648 miliar saham.
Nilai transaksi menurut StockWatch mencapai Rp8,161 triliun. Kapitalisasi pasar juga mencapai sekitar Rp11.691 triliun.
Sektor Bahan Baku Jadi Penggerak Utama
Sektor bahan baku menjadi salah satu pendorong utama kenaikan IHSG. CNBC Indonesia mencatat sektor tersebut menguat 1,56 persen.
Kemudian, sektor energi turut memberikan dorongan positif. Sektor tersebut mencatat kenaikan sebesar 0,81 persen.
Sejumlah saham besar turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan indeks. AMMN, SMMA, dan BBCA menjadi penyumbang poin terbesar.
Sebaliknya, BELI dan BBNI memberikan tekanan terhadap IHSG. Namun, tekanan tersebut belum mampu menghentikan penguatan indeks.
AMMN dan BBCA Catat Kenaikan
Data StockWatch menunjukkan beberapa saham mencatat kenaikan cukup kuat. BBCA naik 1,13 persen menjadi Rp6.700 per saham.
TLKM juga menguat 1,15 persen menjadi Rp2.640. Sementara itu, AMMN mencatat kenaikan lebih besar.
Harga saham AMMN melonjak 4,31 persen menjadi Rp4.600. Kinerja tersebut turut memperkuat sektor bahan baku pada sesi pertama.
Selain itu, BUMI naik 2,73 persen menjadi Rp226. DSSA juga menguat 1,73 persen menjadi Rp1.175.
Namun, beberapa saham tetap mengalami tekanan. TPIA, TINS, dan BULL mencatat pelemahan tipis pada sesi tersebut.
Cadangan Devisa Tambah Optimisme Pasar
Selain kinerja saham, data ekonomi domestik turut mendukung sentimen pasar. Cadangan devisa Indonesia meningkat pada Agustus 2026.
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa mencapai US$146,5 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$145,3 miliar pada Juli 2026.
Level tersebut juga menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar.
Selain itu, pembukaan kembali Bandara Soekarno-Hatta turut menjadi perhatian. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menurun juga memberikan sentimen domestik.
Data Ekonomi Global Jadi Perhatian
Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi global. Jepang akan merilis data produk domestik bruto.
China juga akan merilis data perdagangan dalam waktu dekat. Selain itu, Amerika Serikat akan mengeluarkan data ketenagakerjaan.
Data tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar global. Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekonomi beberapa negara utama.
Hingga penutupan sesi I, belum ada kepastian mengenai arah IHSG pada sesi II. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan sentimen domestik dan global.
IHSG Masih Punya Ruang untuk Menguat
IHSG menguat 0,84 persen hingga mencapai 6.674,95 pada sesi I. Sektor bahan baku dan energi memberikan dorongan utama terhadap indeks.
Sejumlah saham seperti AMMN dan BBCA juga membantu memperkuat pergerakan IHSG. Selain itu, kenaikan cadangan devisa memberikan sentimen positif bagi pasar.
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan data ekonomi global. Pergerakan IHSG pada sesi berikutnya dapat mengikuti perkembangan sentimen tersebut.
Dengan demikian, pasar saham Indonesia masih menunjukkan momentum positif. Investor perlu mencermati pergerakan saham unggulan dan perkembangan ekonomi global.
“Baca Juga: Van Bronckhorst Sebut Barcelona Tim Terbaik Dunia“
















